KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Meskipun Pemerintah Kabupaten Kendal sudah berkali-kali mengingatkan seluruh warga masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, namun maaih banyak masyarakat di Kabupaten Kendal yang membuang sampah sembarangan.
Bahkan program Bersatu Siaga atau Bersih Desa dan Tampung Aspirasi Warga yang digalakkan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari yang dilaksanakan setiap seminggu sekali pada hari Jumat juga belum dapat sepenuhnya menggugah kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Tiga Tahun Lebih Biaya SLF Mahal, IAI Kendal Mengadu ke Bupati Tika
Seperti yang terlihat di sepanjang jalan di perbatasan Desa Bulugede dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, masih banyak tumpukan sampah di pinggir jalan, dan menyumbat sampah di area sekitar.
Padahal jalan tersebut tidak jauh dari rumah dinas Bupati Kendal dan lumayan ramai terutama saat pagi hari karena menjadi jalan pintas utama bagi para siswa yang berangkat sekolah, juga warga yang akan berangkat kerja.
Sampah yang menyumbat aliran irigasi tersebut terkadang membuat air melimpas ke jalan. Selain itu bau yang menyengat dan tumpukan sampah di pinggir jalan juga mengganggu para pengguna jalan.
Beruntung ada sukarelawan yang merupakan salah seorang warga Tambakrejo, Purnomo mengaku hampir setiap hari dirinya dengan sukarela memunguti sampah yang menyumbat saluran irigasi tersebut agar air mengalir lancar.
"Ya, saya hanya kasihan orang-orang yang lewat. Kalau tumpukan sampah yang menyumbat ini tidak diambil, ya airnya akan melimpas ke mana-mana," katanya.
Jadi Tersumbat
Disisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kendal, Sudaryanto mengatakan, tumpukan sampah di saluran irigasi tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan saluran menjadi tersumbat hingga melimpas ke jalan. Untuk itu solusi yang terpenting adalah bagaimana seluruh masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
"Seharusnya masyarakat tidak membuang sampah di sungai, apalagi saluran irigasi. Kalau tidak ada sampah di saluran irigasi tersebut, airnya mengalir lancar dan tidak melimpas," ujar Sudaryanto.
Baca juga: Delegasi USM Kunjungi ILVO Belgia, Eksplor Potensi Kolaborasi Teknologi Pangan
Sementara Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika berharap dengan kondisi Kabupaten Kendal yang darurat sampah saat ini masyarakat Kabupaten Kendal dapat bersama-sama meningkatkan kesadarannya dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Dari kegiatan Bersatu Siaga itu kami sebenarnya berharap agar masyarakat bisa sengkuyung kerja bakti membersihkan lingkungan. Karena persoalan sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten saja, tetapi seluruh stakeholder termasuk masyarakat," terang Mbak Tika.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini pihaknya sedang berproses terkait Perbup tentang Penanganan Sampah yang menegaskan terkait aturan dan sanksi bilamana masyarakan melanggar aturan tersebut.
"Mungkin nanti ada sanksi sosial atau denda. Kalau melakukan kesalahan nanti ada sanksinya. InsyaAllah nanti masyarakat bisa timbul kesadaran dari diri sendiri," pungkasnya.(Anik)
