Helo Indonesia

31 Santri Tahfidz Al-Quran MAJT- Baznas Jateng Dilatih Ilmu Jurnalistik

Rabu, 16 Juli 2025 05:51
    Bagikan  
31 Santri Tahfidz Al-Quran MAJT- Baznas Jateng Dilatih Ilmu Jurnalistik

Suasana pelatihan di ruang rapat MAJT yang diasuh wartawan senior H Isdiyanto

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 31 santri Tahfidz Al-Qur’an MAJT-Baznas Jateng mendapat pelatihan ilmu jurnalistik sebagai  bekal mereka agar mahir menuangkan gagasan dalam tulisan yang berbasis fakta dan data yang akurat.

Pelatihan kemampuan menulis ini diselenggarakan selama tiga bulan setiap hari Selasa di ruang rapat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang.

Baca juga: 86 Ribu KPM segera Terima Bantuan Beras, Bupati Kendal Cek Kesiapan Bulog

Tampil sebagai pemateri H Isdiyanto Isman, Wakil Ketua PWI Jawa Tengah Bidang Organisasi yang juga Kepala Biro Harian Kedaulatan Rakyat Biro Semarang.

Menurut Direktur Pesantren, Dr KH M Syaifudin, MA kepada pers, Selasa (15/7/2025), pelatihan ini yang ke enam kalinya dari 12 kali yanv dipersiapkan. Pelatihan ini penting, di tengah maraknya penyebaran konten bernarasi subjektif di media sosial.

Dijelaskan dia, pelatihan ilmu jurnalistik ini diadakan sebagai respons terhadap kondisi media sosial yang dipenuhi tulisan tanpa data, cenderung memicu ujaran kebencian dan adu domba.

Dr KH M Syaifudin MA berharap, pasca pelatihan, semua santri dituntut mahir menulis artikel ataupun berita di media sosial ataupun media massa. Tulisan yang layak dibaca dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Banyak masyarakat menulis dan membagikan informasi di media sosial tanpa teknik jurnalistik yang benar,” terang pemateri, H Isdiyanto Isman, kepada peserta pelatihan.

Menurutnya, kemampuan menulis jurnalistik yang baik dimulai dari proses penggalian data dan informasi. Setelah data presisi, penulis atau wartawan menganalisis sebelum dituangkan ke dalam bberita ataupun artikel.

Teknik Wawancara

Dalam pelatihan ini, santri juga dibekali pemahaman mulai dari teknik verifikasi di lapangan, wawancara, hingga menyusun informasi yang kredibel berbasis 5W+1H.

Baca juga: Tim PkM USM Beri Pelatihan Psikoedukasi kepada Siswa SMK PGRI 01 Semarang

Dihubungi terpisah Musyrif Pesantren, Gus Shulkhan Habib menambahkan, dengan pelatihan  jurnalistik, santri dituntut aktif  mengikuti arus informasi yang maju pesat dengan cara menuangkan data presisi dan analisis dalam tulisan.

Musrib mengaku plong, dalam pelatihan diajarkan berbagai teori dan teknik jurnslistik di antaranya cara membuat berita yang benar.

“Santri kini tidak hanya dituntut berdakwah di panggung klasik, tapi harus merambah di media sosial,'' ujarnya. (Aji)