JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Guna menumbuhkan perekonomian daerah, kawasan di pesisir Kabupaten Batang dan Kota Semarang akan dilakukan penataan. Penataan dilakukan di pesisir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, dan Kawasan Industri Wijayakusuma Kota Semarang.
Rencana penataan itu sudah dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Kota Semarang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta PT Danareksa (Persero).
Baca juga: 31 Santri Tahfidz Al-Quran MAJT- Baznas Jateng Dilatih Ilmu Jurnalistik
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menjelaskan, MoU penataan pesisir menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasinya mencapai Rp114 triliun.
“Ada dua kawasan yang akan digarap, yaitu di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Nilai investasinya diperkirakan kurang lebih Rp114 triliun. Ini akan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi Jateng ke depan,” terang Taj Yasin, dalam Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut bertajuk “Tata Ruang Laut untuk Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas”, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 15 Juli 2025.
Ditambahkan wagub, kawasan industri KIW akan terintegrasi dengan pembangunan Giant Sea Wall dan akses tol Semarang–Kendal. Ini akan membantu kelancaran logistik di jalur Pantura yang kerap padat.
Ia juga menyebut, proyek itu akan berdampak positif terhadap pengembangan Pelabuhan Tanjung Mas, serta memperkuat konektivitas Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.
“Bandara kita ini sudah internasional, tapi kalau runway-nya bisa diperpanjang, kita bisa layani penerbangan langsung jemaah haji, umrah, maupun wisatawan, tanpa harus transit di Singapura atau Kuala Lumpur,” jelasnya.
Dukungan ke PSN
Taj Yasin mengaku memberikan dukungan penuh terhadap setiap proyek strategis nasional (PSN). Proyek tersebut diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi pesisir yang inklusif dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai simpul logistik dan maritim nasional.
Baca juga: 86 Ribu KPM segera Terima Bantuan Beras, Bupati Kendal Cek Kesiapan Bulog
Lebih lanjut, wagub menyampaikan, laut punya peran strategis sebagai sumber kesejahteraan masa kini dan masa depan.
“Kalau kita bicara kelautan, Indonesia ini gudangnya. Sekitar 70 persen wilayah kita adalah laut, dan Jawa Tengah juga sama. Kita harus benar-benar mengelola ekosistem di laut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. (Aji)
