SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Harga pakan ayam terutama jagung dan bekatul mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini tentunya membuat peternak ayam di berbagai daerah merasa resah apalagi harga telur ayam stagnan diharga Rp 24.000 dan masih dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal H Suwardi menyampaikan bahwa jagung merupakan bahan baku utama pakan ayam, harga jagung saat cenderung naik dan sudah tembus di harga Rp 6.500.
"Melonjaknya harga jagung ini tentunya sangat mempengaruhi biaya pakan ayam menjadi lebih mahal. Padahal pemerintah menyatakan kita swasembada beras maupun jagung. Bahkan di luar pulau Jawa, kata teman-teman peternak dari Padang dan Sumatera Barat, jagung sudah tembus di harga Rp 7.000," ujar Suwardi yang juga Anggota DPRD Kendal dari Partai NasDem, dalam keterangannya Senin 11 Agustus 2025.
Baca juga: Tim KKN USM Sosialisasikan Pemanfaatan Tiktok ke Pelaku UMKM Desa Gogik
Tidak hanya harga jagung yang naik, bekatul, atau dedak yang juga merupakan komponen penting dalam pakan ayam harganya juga ikut naik. Terlebih dengan riuhnya isu beras oplosan yang berdampak banyak penggilingan yang tidak berani membeli gabah, dan lebih memilih berhenti menggiling
"Hal ini menyebabkan harga bekatul juga ikut naik karena pasokannya berkurang akibat berkurangnya aktivitas penggilingan gabah. Harga bekatul yang sebelumnya Rp 3.000 sekarang naik menjadi Rp 5000. Ini sungguh ironi dengan data yang ada," beber Suwardi.
Evaluasi Aturan
Menyikapi kenaikan harga pakan ayam baik jagun maupun bekatul, Suwardi yang merupakan Anggota Komisi B DPRD Kendal menyampaikan yang pertama agar Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sudah ditugaskan ke Bulog untuk segera tersedia.
"Yang kedua memohon pemerintah untuk penyesuaian agar peraturan HPP untuk telur dievaluasi sesuai dengan kondisi harga bahan baku pakan saat ini," tandasnya.
Baca juga: Dua Siswa SMA BOPKRI 1 Pati Berjaya di Kompetisi Juris Visual Fest 2025
Kemudian, ia juga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang menjadi salah satu strategi intervensi pemerintah dalam mengendalikan fluktuasi harga pangan serta untuk membantu kalangan peternak unggas.
"Jagung SPHP ini untuk menjaga kepanikan peternak skala kecil salah satunya peternak anggota KPUS. Jadi peternak-peternak kecil tetap bisa bertahan untuk berbudidaya telur supaya telur yang sudah swasembada ini tetap bisa terjaga," imbuh Suwardi.(Anik)
