Helo Indonesia

Terungkap, Ada Dokter RSUDAM Negik Orangtua Pasien BPJS Hingga 8 Juta

Kamis, 21 Agustus 2025 22:03
    Bagikan  
Terungkap, Ada Dokter RSUDAM Negik Orangtua Pasien BPJS Hingga 8 Juta

Ilustrasi

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM  -----Terungkap, ada oknum dokter RSUD Abdul Moeloek "negik" orangtua pasien BPJS yang sedang panik hingga Rp8 juta dengan dalih buat membeli alat operasi untuk menolong puterinya yang masih bayi. 

Sang dokter inisial BR juga pernah melakukan hal serupa di RS Urip Sumoharjo pada tahun 2023. Modusnya, BR minta dibelikan peralatan medis kepada keluarga pasien.

undefined

Terakhir, sang dokter minta uang buat pembelian peralatan medis buat kebutuhan pasiennya kepada orangtuanya, Sandi Saputra (27) dan Nida Usofie (23), demi menyelamatkan atau kesempatan kepada puterinya yang baru berusia dua bulan

"Dokternya tidak menjelaskan alat apa yang dimaksud. Karena ingin anak selamat, kami akhirnya menuruti. Uang itu kami transfer ke rekening pribadi, bukan ke rekening rumah sakit,” ungkap Sandi Saputra.

undefined

TAK TOLERANSI

Menurut Direktur RSUDAM Imam Ghozali, pihaknya tidak akan menoleransi praktik pungutan liar (pungli) dalam bentuk apa pun. Apa lagi "negik" pasien BPJS yang seharusnya mendapatkan layanan gratis sesuai aturan.

Terkait meninggalnya sang bocah, menurut Imam Ghozali, Kamis (21/8/2025), bukan karena persoalan biaya, melainkan komplikasi medis serius berupa kelainan jantung.

Dia ikut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya putri pasangan Sandi Saputra dan Nida Usofie.

Meski demikian, Imam menegaskan dugaan permintaan uang tambahan di luar prosedur BPJS oleh dokter berinisial BR tetap akan diproses secara serius.

Dia sedang melakukan kajian internal dan berkomitmen memberikan sanksi tegas. RSUDAM tidak akan menolerir tindakan yang mencederai kepercayaan publik, tegasnya.

Manajemen RSUDAM memastikan akan mengevaluasi menyeluruh dan meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang kembali. “Perbaikan mutu layanan menjadi komitmen kami. Oknum yang terbukti melakukan akan ditindak tegas,” tutup Imam. (Rls/Agus)