SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi dan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan pendampingan ke pelaku usaha mikro di Balai Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Sabtu 6 September 2025.
Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan PEKKA: Strategi Promosi, Penguatan Jaringan, dan Diversifikasi Produk" itu diikuti lebih dari 30 pelaku usaha mikro dari berbagai dusun di Desa Tamangede.
Kegiatan menghadirkan pemateri utama dosen Fakultas Ekonomi USM, Dr Ardiani Ika Sulistyawati SE MM Akt.
Baca juga: Tiga Event Digelar di Jateng Pingpong 2025, Masrofi: Upaya Cetak Petenis Meja Nasional
Tim PkM USM terdiri atas Ketua Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, anggota Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT, Dr Muhammad Ikhsan Setiawan ST MT. Kegiatan melibatkan dua mahasiswa Luqman Asyhari dan Pramiska Septa Dwi.
Kegiatan yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) tahun anggaran 2025.
Peran Perempuan
Dalam sambutannya, Prof Mudjiastuti menekankan pentingnya peran perempuan dalam ekosistem ekonomi lokal.
''Perempuan bukan hanya penggerak rumah tangga, tetapi juga pilar utama dalam perekonomian keluarga, terutama bagi PEKKA yang menjadi tulang punggung rumah tangga,'' ujarnya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dibangun dari tiga pilar utama yakni kapasitas, akses, dan jaringan.
''Kami hadir bukan hanya untuk memberikan pelatihan, tapi untuk membangun kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan,'' ujarnya.
Dia menambahkan, program tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan, pembuatan produk olahan pangan, dan pengenalan teknologi digital.
''Kali ini, fokus kita adalah pada strategi pemasaran modern, penguatan jejaring usaha, serta diversifikasi produk agar lebih kompetitif di pasar,'' katanya.
Baca juga: Top Markotop, Pesilat Jateng Juara Umum Kejurnas Pencak Silat Remaja 2025
Dia mengatakan, lokasi kegiatan di Desa Tamangede dipilih secara strategis melalui kolaborasi dengan Core Team PEKKA Kendal, sebuah inisiatif lokal yang fokus pada penguatan perempuan kepala keluarga di wilayah pesisir dan pedesaan.
''Kemitraan ini berkat peran aktif Dwi Siamintarsih, S.KM., M.Kes, yang tidak hanya menjadi penggerak utama di lapangan, tetapi juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Jawa Tengah,'' tuturnya.
Menurutnya, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang kesehatan masyarakat dan pemberdayaan perempuan, Dwi menjadi jembatan penting antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
''Kehadiran tim PkM dari Universitas Semarang adalah angin segar bagi PEKKA di Tamangede. Kami berharap, kerja sama ini bisa berkelanjutan dan membuka akses pasar yang lebih luas,'' ungkapnya.
Dalam materinya, Dr. Ardiani memaparkan pentingnya promosi digital di era serba online. ''Tidak perlu modal besar untuk memasarkan produk. Cukup dengan ponsel pintar dan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp, ibu-ibu bisa menjadi marketing handal,'' katanya.
Dia memandu peserta membuat konten promosi sederhana, mulai dari pemotretan produk, penulisan deskripsi menarik, hingga penggunaan hashtag strategis.
''Gunakan foto produk yang jelas, sertakan harga, dan ajak calon pembeli untuk langsung menghubungi. Jangan lupa cantumkan lokasi dan metode pembayaran,'' ujarnya. (Aji)
