Helo Indonesia

Pastikan Keamanan dan Kelayakan MBG, Para Relawan SPPG di Kendal Diberi Pelatihan

Kamis, 25 September 2025 15:54
    Bagikan  
Pastikan Keamanan dan Kelayakan MBG, Para Relawan SPPG di Kendal Diberi Pelatihan

Pelatihan relawan SPPG di Kendal untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana menekankan kepada para pimpinan dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, petugas masak dan pemorsian untuk meningkatkan kebersihan dan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Pemkab Rembang Bergerak Cepat Tangani Ratusan Siswa SMPN 1 Kragan yang Keracunan usai Santap MBG

Hal ini ia tekankan saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan keamanan pangan siap saji bagi relawan SPPG Kabupaten Kendal di salah satu rumah makan di Kota Kendal, Kamis 25 September 2025.

"Saya mohon, saya meminta tolong tingkatkan kebersihan, tingkatkan SOP, waspadai. Dan untuk seluruh SPPG setiap harinya sebelum makanan diantarkan, cicipi, bukan hanya dari satu kuali. Semua ambil cicipi. Baru setelah satu jam bisa diporsikan," tegas Faris.

Baca juga: Empat Pesilat Jateng Perkuat Timnas pada Kejuaraan Asia Junior 2025 di India

Hal ini mengacu lantaran banyaknya kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini. Sehingga diharapkan melalui kegiatan pelatihan yang digelar BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal ini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh petugas SPPG dalam penyiapan menu MBG yang layak dan aman bagi anak-anak.

"Jadi ini pelatihan penyiapan keamanan pangan siap saji. Output dari kegiatan ini nantinya akan ada sertifikat SLHS (Sanitasi, Lingkungan, Higienitas, dan Sertifikasi) yang akan menjadi bukti bahwa dapur tersebut layak izin atau tidak," ujar Faris.

Di Kabupaten Kendal saat ini telah ada 25 SPPG yang telah beroperasi dan 5 yang akan beroperasi. Dan setiap harinya pihaknya selalu melakukan pengawasan ketat baik gizi, keamanan dan kelayakan makanan MBG tersebut.

"Jadi makanan yang kita sajikan kepada anak-anak itu layak dan dipastikan aman. Untuk pengawasannya kita pantau setiap hari, kita laporkan ke pimpinan secara bertahap dan berjenjang. Kemudian dari Dinas Kesehatan setiap hari juga melakukan pemantauan," imbuhnya.

Higienis dan Bergizi

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno menekankan agar kasus keracunan MBG di berbagai daerah tidak terjadi di Kabupaten Kendal.

"Dinas Kesehatan minta dapur MBG menjaga agar dapurnya selalu higienis, memperhatikan gizinya. Dan paling penting jangan sampai ada keracunan," tegasnya.

Baca juga: Hikmah Maulid, PWI Ajak Teladani Akhlak Nabi Dalam Kehidupan Pewarta

Parno juga meminta agar jumlah dapur MBG di Kendal juga segera dilengkapi. Terlebih dari target 93 SPPG, saat ini masih ada sekitar 25 SPPG yang telah beroperasi dan 5 yang akan beroperasi.

"Kami harapkan seluruh dapur MBG bisa terealisasi seluruhnya. Dari 93 total kuota baru 25 dapur MBG yang jalan. Kalau tidak terpenuhi 93 titik kasihan karena tidak ada yang tidak dapat jatah. Padahal semua anak sekolah berhak mendapatkan MBG," pungkasnya.(Anik)