Helo Indonesia

Pemkab Rembang Bergerak Cepat Tangani Ratusan Siswa SMPN 1 Kragan yang Keracunan usai Santap MBG

Kamis, 25 September 2025 16:40
    Bagikan  
Pemkab Rembang Bergerak Cepat Tangani Ratusan Siswa SMPN 1 Kragan yang Keracunan usai Santap MBG

Salah satu siswi SMPN 1 Kragan yang dirawat karena keracunan usai menyantap MBG. Foto: Ist

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 173 siswa SMP Negeri 1 Kragan, Kabupaten Rembang, mengalami keracunan makanan pada Rabu 24 September 2025. Dugaan sementara ini , keracunan disebabkan karena menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa sore atau sehari sebelumnya.

Kepala Sekolah SMP N 1 Kragan, Dahlan Slamet mengatakan pada Selasa , MBG dibagikan ke siswa pukul 12.40 WIB. Total siswa ada 800 an yang juga mengkonsumsi MBG hari Selasa dengan menu mie ayam, tahu rebus, sawi, buah melon.

“MBG dibagikan jam 12.40 Wib, jadi MBG hari Rabu itu belum datang, kemungkinan karena MBG Selasa kemarin. Yang keracunan 173 siswa, ” ujarnya.

Dia berharap komunikasi antara sekolah dan SPPG bisa lebih baik. 

Baca juga: Kasus Keracunan MBG Jangan Terulang, Wabup Rembang Minta SPPG Perketat SOP Pemenuhan Gizi

Pemkab Rembang menindaklanjuti secara cepat dugaan keracunan ini. Hingga Rabu (24/9/2025) sore, sebanyak 160 siswa telah mendapat perawatan dan diperbolehkan pulang. Sementara itu,hingga Kamis (25/9) pagi, 13 siswa masih menjalani perawatan intensif, terkait seluruh layanan kesehatan diberikan secara gratis.

Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas MBG, M.Hanies Cholil Barro’, langsung meninjau sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan. Dinas Kesehatan juga mengirim tim ke Puskesmas Kragan untuk menangani siswa dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada awak media, Wabup menyampaikan bahwa penyebab pasti kasus ini masih diteliti oleh Dinas terkait. Namun dugaan awal mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa.

“Siswa banyak yang mengeluh sakit perut pada hari ini, keracunan nya ditengarai dadi MBG yang dibagikan kemarin. Anak-anak ini berasal dari komunal yang sama, sekolah di SMPN 1 Kragan dan dari desa yang berbeda-beda,” ujarnya.

Baca juga: Pastikan Keamanan dan Kelayakan MBG, Para Relawan SPPG di Kendal Diberi Pelatihan

Pemkab memastikan langkah penanganan dan pencegahan telah dilakukan. Prosedur pengelolaan MBG oleh Sarjana Penegak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini dievaluasi bersama Badan Gizi Nasional. Dari hasil klarifikasi, SMPN 1 Kragan mendapat jadwal pengiriman terakhir.

''Kemungkinan makanan sudah expired, ini kita sudah tata ulang, akan dikirim lebih pagi lagi,'' terangnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga memberikan peringatan kepada seluruh penyedia MBG agar lebih disiplin dalam menjaga kualitas makanan, termasuk kapan masak dan diperhitungkan kapan harus dikirim. (Aji)