Helo Indonesia

6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut di Sungai Jolinggo, 4 Ditemukan Meninggal

Selasa, 4 November 2025 19:47
    Bagikan  
6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut di Sungai Jolinggo, 4 Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi salah satu korban hanyut di Sungai Jolinggo. Foto: bpbd kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Enam mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terseret arus saat melakukan kegiatan river tubing di Sungai Jolingggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa siang 4 November 2025.

Akibat insiden tersebut, menurut Data BPBD Kendal, dari enam korban yang hanyut, empat diantaranya ditemukan meninggal. Korban perempuan yang meninggal adalah Riska Amelia (21) beralamat Pemalang, Syifa Nadilah (21/Pemalang), Nabila Yulian Dessi Pramesti (21/Bojonegoro) dan laki-laki Muhammad Labib Risqi (21/Pekalongan).

Baca juga: Tim PKM-PM USM Tingkatkan Strategi Belajar Santri di Asrama MTsN 01 Kota Semarang

Sedangkan dua korban lannya, yaitu Bima Pranawira (21) asal Gresik dan Muhammad Jibril Asyarofi (21) dari Jepara belum ditemukan.

Berdasarkan informasi, semula ada 15 mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang sedang bermain air di sungai yang saat itu arusnya normal. Namun tanpa diduga datang banjir bandang akibat hujan deras di wilayah atas Temanggung dan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansyah menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan sekira pukul 13.53 WIB bahwa ada laka air yang menelan 6 korban dari 15 mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut tenggelam saat kecehan atau main air di sungai.

"Arus pada saat itu landai tiba-tiba kondisi arus sungai banjir bandang karena daerah atas hujan deras dan menghanyutkan 6 mahasiswa KKN tersebut," terangnya, Selasa 4 November 2025.

Baca juga: Menginspirasi, Kapolres Rembang Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional

Berdasarkan laporan tersebut BPBD langsung asesmen dan pencarian. Hingga berita ini diterbitkan empat orang dari enam mahasiswa KKN tersebut telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya saat ini masih dalam pencarian.

Saat ini petugas gabungan BPBD, SAR hingga relawan masih terus mencari keberadaan korban yang masih hanyut.

"Untuk saat ini kendalanya kondisi arus sungai yang deras," tambah Huda. (Aji)