Helo Indonesia

Fakultas Psikologi USM Gelar Psikoedukasi Mindful Parenting, Ini Tujuannya

Rabu, 24 Desember 2025 15:00
    Bagikan  
Fakultas Psikologi USM Gelar Psikoedukasi Mindful Parenting, Ini Tujuannya

Tim Psikologi USM saat memberikan Psikoedukasi di di SLB C Dharma Mulia Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Psikoedukasi bertajuk ''Mindful Parenting untuk Orang Tua dengan Anak Disabilitas Intelektual'' di SLB C Dharma Mulia Semarang, baru-baru ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan mendukung orang tua dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus.

Baca juga: Wali Kota Semarang Terima Perwakilan Buruh, Siapkan Usulan UMK Minimal Rp 3,7 Juta dan Pastikan Ada UMSK

Kegiatan Psikoedukasi menghadirkan narasumber dari tim dosen Fakultas Psikologi USM, yakni Feti Pratiwi SPsi MPsi Psikologo, Dewi Puspita Sari SPsi MPsi, Hermiana Vereswati, SPSi MPsi, serta Adiprana Yogatama SS MHum.

Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi yang berkaitan dengan pengelolaan emosi, penerimaan orang tua, serta tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi.

Feti berharap, melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi USM berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan kesejahteraan psikologis keluarga dengan anak disabilitas intelektual.

Apresiasi

Kepala Sekolah SLB C Dharma Mulia, Sri Lestari Wahyuningsih SPd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dia berharap, psikoedukasi semacam ini dapat membantu orang tua dalam mendampingi anak secara lebih sabar dan penuh pemahaman.

''Kegiatan ini sangat bagus karena sangat membantu orang tua dalam mendampingi anak,'' ujarnya.

Baca juga: Eva Dwiana Nahkodai KONI Kota Bandarlampung Janji Angkat Atlet Berprestasi

Salah satu peserta, Leoni menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. Dia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan orang tua dalam menghadapi anak sehari-hari.

Menurutnya, meskipun informasi dapat diperoleh melalui internet, penyampaian langsung dari pemateri membuat orang tua lebih memahami cara yang tepat dalam menghadapi anak, terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin sulit dikendalikan.

Dia berharap, kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan karena memberikan ilmu yang relevan dan dibutuhkan oleh orang tua anak berkebutuhan khusus. (Aji)