LAMTIM, HELOINDONESIA.COM — Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keluhan kesehatan di kalangan pelajar dan santri di Kabupaten Lampung Timur. Ratusan siswa SD, SMP, serta santri pondok pesantren di Kecamatan Marga Tiga dilaporkan mengalami mules, bahkan sebagian di antaranya muntah-muntah hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Para pelajar dan santri tersebut menerima pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram pada Rabu (28/1/2026). Salah satu menu yang disajikan berupa ayam suwir diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi atau sudah basi.
Keluhan tidak hanya dirasakan para siswa. Sejumlah guru yang ikut mencicipi menu MBG juga mengaku mengalami mules setelah menyantap makanan yang sama. “Di satu pondok pesantren saja, ada 26 santri perempuan yang masih dirawat di klinik sejak kemarin malam karena mengeluh mules,” ujar seorang warga Desa Surya Mataram, Kamis (29/1/2026).
Camat Marga Tiga, Sarminsyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para pelajar dan santri tersebut. “Saat ini Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Rizqi Nanda, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.
Kasus dugaan gangguan kesehatan akibat konsumsi MBG bukan kali pertama terjadi di Lampung Timur. Sebelumnya, sejumlah siswa di kecamatan lain juga sempat mengeluhkan mual dan sakit perut usai menyantap menu serupa, meski tidak sampai menimbulkan perawatan massal.
Tak hanya di Lampung Timur, laporan keluhan serupa juga pernah mencuat di beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung. Sejumlah pelajar dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap makanan program bantuan, yang kemudian memicu sorotan publik terhadap standar kebersihan, kualitas bahan pangan, serta pengawasan distribusi makanan.
(HBM)
