Helo Indonesia

Ratusan Pelajar dan Santri Lamtim Kembali Mules Usai Santap MBG 

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 30 Januari 2026 07:09
    Bagikan  
MBG
HELO LAMPUNG

MBG - Ilustrasi mules setelah santap MBG (Helo)

LAMTIM, HELOINDONESIA.COM — Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keluhan kesehatan di kalangan pelajar dan santri di Kabupaten Lampung Timur. Ratusan siswa SD, SMP, serta santri pondok pesantren di Kecamatan Marga Tiga dilaporkan mengalami mules, bahkan sebagian di antaranya muntah-muntah hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Para pelajar dan santri tersebut menerima pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram pada Rabu (28/1/2026). Salah satu menu yang disajikan berupa ayam suwir diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi atau sudah basi.

Keluhan tidak hanya dirasakan para siswa. Sejumlah guru yang ikut mencicipi menu MBG juga mengaku mengalami mules setelah menyantap makanan yang sama. “Di satu pondok pesantren saja, ada 26 santri perempuan yang masih dirawat di klinik sejak kemarin malam karena mengeluh mules,” ujar seorang warga Desa Surya Mataram, Kamis (29/1/2026).

Camat Marga Tiga, Sarminsyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menyatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para pelajar dan santri tersebut. “Saat ini Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Rizqi Nanda, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.

Kasus dugaan gangguan kesehatan akibat konsumsi MBG bukan kali pertama terjadi di Lampung Timur. Sebelumnya, sejumlah siswa di kecamatan lain juga sempat mengeluhkan mual dan sakit perut usai menyantap menu serupa, meski tidak sampai menimbulkan perawatan massal.

Tak hanya di Lampung Timur, laporan keluhan serupa juga pernah mencuat di beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung. Sejumlah pelajar dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap makanan program bantuan, yang kemudian memicu sorotan publik terhadap standar kebersihan, kualitas bahan pangan, serta pengawasan distribusi makanan. 

Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung marak terjadi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, dengan ratusan siswa SD-SMP di Lampung Timur, Lampung Utara, dan Bandar Lampung mengalami mual, pusing, dan muntah. Penyebab diduga karena makanan tidak layak (basi/busuk) dan kontaminasi bakteri E. coli di dapur SPPG.
Puncak Kasus: Hingga Oktober 2025, data mencatat lebih dari 500 siswa di Lampung keracunan, dan kasus berulang terus terjadi hingga Januari 2026
Lokasi Kasus:
Lampung Timur: Puluhan siswa SDN 1 Lehan, SDN 2 Lehan, SDN 3 Sukadana, SD Catur Swako, dan SMP PGRI 1 Bumi Agung keracunan, dengan 41 pelajar sempat dirawat.
Lampung Utara: 11 siswa SDN 3 Sindangsari keracunan setelah memakan makanan yang diduga busuk, kejadian ini viral di Januari 2026.
Bandar Lampung & Lampung Selatan: Kasus juga terjadi di wilayah Sukabumi, Bandar Lampung, dan SMPN 2 Kalianda.
Penyebab Keracunan:
Makanan Basi/Busuk: Temuan makanan seperti tempe dan anggur busuk dalam paket MBG.
Kontaminasi: Temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel makanan akibat higiene dapur yang buruk.
Ketidaklayakan: Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang belum memenuhi standar kesehatan.

(HBM)