Helo Indonesia

HMI Sumbagsel Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Dunia di Tubir Jurang

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 3 Maret 2026 23:26
    Bagikan  
HMI Sumbagsel Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Dunia di Tubir Jurang

Wildan

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu reaksi dari berbagai kalangan.Salah satunya datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

HMI Badko menilai eskalasi tersebut berpotensi menyeret dunia ke konflik berskala lebih luas. Fungsionaris HMI Badko Sumbagsel, Wildan Hanafi, mengatakan serangan yang disebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran.

Akibatnya, korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. Menurutnya, tindakan militer tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara yang tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional.

“Agresi ini berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dan mengancam stabilitas global,” kata Wildan dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026).

Ia menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian global, khususnya sektor energi dan jalur perdagangan internasional.

Jika situasi terus memburuk, dampaknya dapat meluas ke berbagai negara.
Wildan juga menyoroti sikap lembaga-lembaga internasional yang dinilainya belum menunjukkan ketegasan.

Menurut dia, komunitas global tidak boleh bersikap pasif ketika prinsip kedaulatan dan kemanusiaan berada dalam ancaman.

“Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perdamaian internasional agar tidak terjadi standar ganda dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Ia mengingatkan sejarah mencatat dampak destruktif perang dunia pada 1914 dan 1941 yang menimbulkan korban besar serta krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi serta dialog guna meredam ketegangan.

Terkait posisi Indonesia, Wildan menegaskan pemerintah perlu bersikap konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.

Ia berharap langkah diplomatik yang ditempuh tetap independen serta berorientasi pada upaya menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.

Di akhir pernyataannya, Wildan menyerukan negara-negara Islam serta umat Muslim di berbagai belahan dunia untuk memperkuat solidaritas dan persatuan dalam merespons dinamika geopolitik global yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan bangsa-bangsa.(Rls)