Helo Indonesia

Rest in Peace Donny Fattah, Pendiri Legenda Rock God Bless

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 7 Maret 2026 21:19
    Bagikan  
MENINGGAL
HELO LAMPUNG

MENINGGAL - Donny Fatah

Catatan Herman Batin Mangku
Pimred Helo Indonesia

DI DUNIA musik cadas alias rock, ada suara yang tidak selalu berada di depan panggung. Ia tidak selalu paling keras, tetapi justru menjadi denyut yang menjaga lagu tetap hidup. Suara itu adalah bass. Dan selama puluhan tahun, denyut itu bernama Donny Fattah.

Kini denyut itu telah berhenti.
Kabar duka datang dari panggung musik Indonesia. Donny Fattah, bassist sekaligus salah satu pendiri band legendaris God Bless, meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026).

undefined

Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, meninggalkan duka yang mengalir dari keluarga, sahabat, hingga para penggemar rock di seluruh negeri.

Kabar itu mula-mula datang sederhana, lewat pesan singkat dari keluarga: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Bapak saya, Donny Fattah, telah meninggalkan kita semua. Mohon doanya.”

Kalimat yang pendek, tetapi cukup untuk membuat dunia musik Indonesia sejenak sunyi. Tak lama kemudian, God Bless mengonfirmasi kabar tersebut melalui akun media sosial resmi mereka.

Band yang sejak 1970-an menjadi salah satu tonggak rock Indonesia itu kehilangan salah satu fondasi terkuatnya. Donny Fattah bukan sekadar pemain bass. Ia adalah bagian dari cerita panjang lahirnya rock Indonesia—sebuah zaman ketika musik keras mulai menemukan suaranya di negeri ini.

undefined

Ahmad Albar di pemakaman Donny Fattah 

Di atas panggung, permainan bass Donny dikenal kokoh, tebal, dan penuh tenaga. Ia tidak banyak bergerak mencari sorotan. Namun justru dari senar bass-nya, lagu-lagu God Bless menemukan pijakan ritme yang kuat. Dentumannya seperti detak jantung—menjaga musik tetap hidup.

Bersama rekan-rekannya, ia ikut menulis bab penting dalam sejarah musik nasional. Dari panggung ke panggung, dari generasi ke generasi, God Bless tidak hanya memainkan lagu, tetapi membangun tradisi rock Indonesia.

Di balik kerasnya musik yang dimainkan, Donny dikenal sebagai pribadi yang tenang dan bersahaja. Banyak musisi muda menyebut namanya sebagai inspirasi—bukti bahwa dedikasi, kesetiaan pada musik, dan perjalanan panjang bisa melahirkan legenda.

Kini, panggung itu kehilangan satu pemainnya. Senar bass yang dulu berdentum di tangan Donny Fattah telah terdiam. Namun musik memiliki cara sendiri untuk mengalahkan waktu.

Setiap kali lagu-lagu God Bless diputar, setiap kali dentuman bass itu kembali terdengar, di sanalah jejak Donny Fattah masih hidup—menjaga ritme, menjaga ingatan.

Rock Indonesia kehilangan satu nadinya hari ini. Tapi denyut yang pernah ia ciptakan akan terus bergema, jauh melampaui usia. Innalilahiwainnalilahirojiun, selamat jalan.