Helo Indonesia

Pak Gub Tolong Perbaiki Jalan di Panaragan, Sebelum Ada Korban Lagi

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
JALAN RUSAK
HELO LAMPUNG

JALAN RUSAK - Kondisi jalan berlubang di Panaragan, Tubaba (Rohman/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Deru kendaraan yang melintas di ruas jalan provinsi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, kini dibayangi rasa cemas. Bukan tanpa alasan. Di sejumlah titik, ada jalan rusak bak "lubang neraka" yang setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tubaba, mereka menilai kerusakan jalan yang berlarut-larut telah memakan banyak korban, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga merenggut nyawa.

“Jalan berlubang di Tubaba ini sudah banyak menelan korban. Ada yang luka ringan, luka berat, bahkan sampai meninggal dunia,” ujar salah seorang warga kepada Helo Indonesia Lampung, Jumat (29/5/2026).

Tragedi terbaru terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026, sekira pukul 19.15 WIB. Seorang pengendara sepeda motor bernama Karim (37), warga Tiyuh (Desa) Gunung Katun Malai, Kecamatan Tulangbawang Udik, (TBU) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di ruas jalan provinsi tepat di depan Puskesmas PONED Panaragan Jaya.

Berdasarkan keterangan warga, Karim saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario bersama istrinya dan dua anaknya. Mereka tengah dalam perjalanan menuju Pasar Panaragan Jaya. Namun perjalanan keluarga tersebut berakhir tragis.

Korban diduga kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang yang berada di badan jalan. Sepeda motor yang dikendarainya terjatuh, sementara tubuh Karim terpental beberapa meter akibat benturan keras.

“Korban sudah tergeletak di tengah jalan setelah motor yang dikendarainya masuk lubang. Motor yang digunakan jenis Vario matic,” kata seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Benturan tersebut menyebabkan Karim mengalami luka berat di bagian kepala disertai pendarahan hebat. Warga yang menyaksikan kejadian segera memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas PONED Panaragan Jaya yang berjarak tidak jauh dari lokasi kecelakaan.

Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Peristiwa itu kembali memantik kemarahan dan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi yang dinilai tak kunjung mendapat penanganan serius. Di tengah minimnya perbaikan, warga Panaragan Jaya justru bergerak sendiri.

Secara swadaya, mereka mengumpulkan semen dan pasir untuk menambal sejumlah lubang yang dianggap paling berbahaya bagi pengguna jalan. Pemandangan warga memperbaiki jalan dengan kemampuan seadanya menjadi potret ironi di tengah harapan besar terhadap pemerintah.

Masyarakat kini menagih komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak di Tubaba. “Pak Gubernur, tolong perbaiki jalan ini sebelum ada lagi warga yang menjadi korban. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji,” ujar seorang warga.

Bagi masyarakat Tubaba, persoalannya bukan lagi soal kenyamanan berkendara. Setiap lubang yang dibiarkan menganga di badan jalan kini dipandang sebagai ancaman keselamatan yang nyata.

Dan selama perbaikan belum kunjung datang, kekhawatiran akan munculnya korban berikutnya akan terus menghantui para pengguna jalan yang melintas setiap hari. (Rohman).