Helo Indonesia

Viral Pocong di Kosan Rajabasa Ternyata Prank, Pelaku Akui Hanya Bercanda

5 jam 17 menit lalu
    Bagikan  
Viral  Pocong di Kosan Rajabasa Ternyata Prank, Pelaku Akui Hanya Bercanda

Warga Rajabasa Raya

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Warga Rajabasa Raya sempat dihebohkan dengan beredarnya foto sosok mirip pocong di media sosial. Namun, setelah dilakukan klarifikasi, penampakan tersebut dipastikan bukan kejadian mistis, melainkan aksi prank seseorang yang mengenakan kostum pocong untuk menakuti penghuni kos.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Kosan Ibrahim, Jl. H. Komarudin, Perum Griya Persada RT 13 LK 2, kelurahan Rajabasa Raya, kecamatan Rajabasa, Bandarlampung.
Salah satu penghuni kos, Riky Alvian, mengaku mendengar suara ketukan pintu di sekitar area kos pada dini hari. Karena penasaran, ia mengintip melalui jendela kamar dan melihat sosok berbalut kain putih menyerupai pocong berdiri di luar kosan.

undefined

Riky kemudian memfoto sosok tersebut dari dalam kamar dan mengirimkannya ke grup WhatsApp “Kosan Ibrahim” yang beranggotakan Pajri, Fadil, Anggi, Risky, Bagas, Adit, Riski, dan Novi. Tak lama kemudian, foto itu menyebar luas hingga viral di media sosial.

Pada Jumat (29/5/2026), pihak kepolisian melakukan pull baket terhadap Riky Alvian guna mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar.

Berdasarkan keterangan Riky, sosok pocong tersebut ternyata hanyalah seseorang yang memakai kostum untuk bercanda dan mempermainkan penghuni kos.

“Bukan pocong asli, hanya orang pakai kostum untuk bercanda,” ujar Riky saat dimintai keterangan.

Riky juga mengaku sempat melihat pelaku bersama dua orang temannya tertawa-tawa di sekitar lokasi usai melakukan aksi tersebut. Karena menganggap kejadian itu hanya candaan, ia kemudian melanjutkan aktivitas bermain game di dalam kamar.

" Beberapa saat kemudian, saat kembali mengecek keadaan di luar melalui jendela, sosok berkostum pocong tersebut sudah tidak berada di lokasi," jelasnya.

Selanjutnya pihak kepolisian memastikan peristiwa ini tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Klarifikasi dilakukan untuk meluruskan informasi yang sempat membuat masyarakat resah akibat beredarnya foto viral tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa candaan atau prank tetap harus memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, terlebih jika dilakukan pada waktu dini hari dan berpotensi menimbulkan kepanikan warga.( Hajim).