Helo Indonesia

Pesantren Ramadan MAJT Bekali 60 Siswa SD dengan Pendidikan Islam dan Karakter

Minggu, 8 Maret 2026 20:51
    Bagikan  
Pesantren Ramadan MAJT Bekali 60 Siswa SD dengan Pendidikan Islam dan Karakter

Suasana ceria kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melalui Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bawah Perpustakaan MAJT tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kota Semarang dan sekitarnya.

Pesantren Ramadan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Maret 2026 ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan bagi anak-anak selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: Bakti Sosial, USM Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa di Desa Timbulsloko Demak

Selain memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta semangat kebersamaan di kalangan peserta.

Sekretaris Umum PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dia berharap Pesantren Ramadan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang semakin besar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang akan dikenang hingga dewasa.

“Selain mendidik anak-anak usia sekolah dasar, kegiatan ini juga menjadi momen berharga yang dapat menjadi kenangan mereka. Bagi sebagian anak, ini juga bisa menjadi pengalaman awal merasakan suasana seperti di pesantren,” bebernya.

Ketua Umum Risma JT, Heri Susanto, mengatakan Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema “Gemilang Ramadan 2026.”

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wadah bagi anak-anak untuk mempelajari pendidikan agama Islam secara menyenangkan dan interaktif.

Materi yang diberikan kepada peserta meliputi pelajaran tauhid, akidah akhlak, sejarah Islam, serta penguatan nilai-nilai nasionalisme.

“Kami ingin mengenalkan pendidikan agama sekaligus nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar,” kata Heri.

Untuk mendukung proses pembelajaran, panitia juga menyiapkan berbagai media edukasi seperti modul, buku panduan, video pembelajaran, serta presentasi visual menggunakan PowerPoint agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta.

Ia menjelaskan jumlah peserta tahun ini dibatasi sekitar 60 orang agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif.

“Pesertanya berasal dari berbagai wilayah, terutama Kota Semarang dan sekitarnya. Ke depan kami berharap kegiatan ini bisa terus diselenggarakan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Baca juga: Penuh Haru 40 Santri MAJT Khataman Al-Quran Bertepatan 17 Ramadan

Risma JT juga berencana mengembangkan kegiatan tersebut pada tahun mendatang, baik dari segi durasi maupun jumlah peserta. Jika tahun ini berlangsung selama dua hari satu malam, ke depan durasinya diharapkan bisa diperpanjang.

“Kami juga berencana menambah kapasitas peserta agar lebih banyak anak-anak yang bisa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan ini,” tambahnya.

Heri berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Respons positif kegiatan Pesantren Ramadan Risma JT ini juga datang dari para orang tua peserta.\

Disambut Positif

Salah satunya, Fajar Nur Cahya (36), warga Pedurungan, Semarang, yang mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti Pesantren Ramadan di MAJT.

Ia mengatakan anaknya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa.

“Saya mendapat informasi dari istri yang bekerja di radio. Anak saya sudah sekitar tiga sampai empat kali ikut kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: Hoaks Serang Gubernur Jateng, Mafindo Ajak Publik Selalu Verifikasi Informasi

Menurut Fajar, kegiatan Pesantren Ramadan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan keagamaan anak, melatih keberanian, serta membangun kemandirian.

“Harapannya anak bisa menambah wawasan, lebih berani, dan belajar bersosialisasi serta mandiri,” katanya.

Hal senada disampaikan Partini (41), warga Gajah, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dia mengaku baru pertama kali mendaftarkan anaknya dalam kegiatan Pesantren Ramadan di MAJT setelah mengetahui informasi dari media sosial temannya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran kepada anaknya tentang kehidupan di pesantren. (Aji)