Helo Indonesia

Bakti Sosial, USM Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa di Desa Timbulsloko Demak

Minggu, 8 Maret 2026 16:48
    Bagikan  
Bakti Sosial, USM Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa di Desa Timbulsloko Demak

SANTUNAN: Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT memberikan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa dalam Bakti Sosial USM Berbagi Kebahagiaan. Foto: Dok

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT memberikan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa dalam Bakti Sosial ''USM Berbagi Kebahagiaan'' di Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada 7 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor didampingi Ketua Takmir Masjid Baitur Rasyid USM Ir Bambang Tutuko MM MT, Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, Kabid Pengabdian kepada Masyarakat LPPM USM Dr Drs H Kukuh Sudarmanto BA S Sos SH MM MH, Kabid Penelitian LPPM USM Dr Zaenal Arifin SH MKn, dan perwakilan UKM Fokmi USM.

Hadri dalam kegiatan tersebut Ketua RW 7 Dukuh Timbulsloko, Karjani dan Ketua Takmir Masjid Nurul Ibad, Kiai Shobirin serta para anak yatim piatu yang menerima santunan dari Rektor USM

Dalam kesempatan itu, Rektor membagikan donasi berupa uang, peralatan sekolah, tas kepada anak yatim, piatu dan dhuafa. Rektor mengapresiasi masyakarat yang tangguh dan kuat setelah desa tersebut tenggelam karena rob dan abrasi sejak 2017.

Kebersamaan

Dia mengatakan, kegiatan itu untuk mempererat kebersamaan. Di momentum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi spiritual dan moral bagi seluruh insan akademik.

''Dalam bulan Ramadan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan mutu, memperkuat etika, serta profesionalisme insan akademik di lingkungan kampus,'' ujar Supari.

Sementara itu, Kiai Shobirin mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada USM yang telah peduli membantu masyarakat terutama kepada anak yatim piatu. ''Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya dari USM kepada masyarakat. Semoga USM semakin jaya dan banyak mahasiswanya,'' ungkapnya.

Dia mengatakan, Desa Timbulsloko mulai tenggelam tahun 2017. Untuk mengantisipasi kebanjiran, sekarang warga membangun rumah panggung. ''Alhamdulillah, warga sini yang kuliah di FTIK USM melalui jalur beasiswa KIP,'' tuturnya. (ADE)