LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Puluhan warga Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, kembali mendatangi PT Angel Yeast Budi Indonesia (AYBI), Jumat (13/3/2026). Mereka menuntut kompensasi atas kerusakan puluhan rumah yang diduga akibat pemasangan tiang pancang perusahaan tersebut.
Sekitar 50 warga mendatangi area perusahaan untuk meminta kejelasan atas kerusakan rumah mereka yang terjadi sejak sekitar tujuh bulan lalu. Warga juga sudah tiga kali menyampaikan tuntutan kepada pihak perusahaan agar memberikan kompensasi atas kerusakan rumah mereka.

Broto dari kepolisian setempat saat berhadapan dengan warga (Foto Zen/Helo)
Anggota Polres Lampung Tengah bernama Broto meminta warga agar menyampaikan laporan kepada pejabat yang lebih tinggi. Padahal, warga sudah melakukannya, namun no respo.
Menurut warga, persoalan ini juga sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah setempat, mulai dari Kepala Desa Terbanggi Besar, Camat, hingga Bupati Lampung Tengah. Namun hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan solusi maupun bantuan nyata.
Pada aksi sebelumnya, Jumat (6/3/2026), perwakilan perusahaan yang diwakili Komandan Satpam PT AYBI, Endang Supriyono, sempat berjanji akan menyampaikan tuntutan warga kepada manajemen dalam waktu satu minggu. Namun hingga kini, warga mengaku belum menerima kepastian.

Sebagian warga yang aksi (Foto Zen/Helo)
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan yang merupakan grup Bumi Waras juga menyebutkan telah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp5,7 miliar.
Di tengah aksi warga, seorang anggota Polres Lampung Tengah bernama Broto meminta warga agar menyampaikan laporan kepada pejabat yang lebih tinggi.
Namun warga menegaskan persoalan tersebut sebenarnya sudah berkali-kali dilaporkan. Bahkan, warga meminta aparat kepolisian tidak mencampuri persoalan antara warga dan pihak perusahaan.

Koordinator aksi warga, Gunawan, menilai baik perusahaan maupun pemerintah daerah terkesan mengabaikan nasib masyarakat kecil yang terdampak. “Kami ini seperti dipingpong. Janjinya satu minggu, tapi setelah ditunggu tidak ada kabar," kata Gunawan.
Dia dan puluhan warga lainnya tinggal di lingkungan perusahaan, seharusnya perusahaan peduli dengan nasib warga kecil. PT AYBI diketahui merupakan perusahaan produsen ragi dan bioteknologi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. (Zen Sunarto)
