Helo Indonesia

Susul Berjo dan Wunut Viral Saban Tahun, 3 Desa Ini Juga Bagi THR Warga, Ada Yang 1 Juta Per KK

Jumat, 13 Maret 2026 23:00
    Bagikan  
Susul Berjo dan Wunut Viral Saban Tahun, 3 Desa Ini Juga Bagi THR Warga, Ada Yang 1 Juta Per KK

THR - (searah jarum jam) Cuplik ekspresi warga Desa Berjo, Wunut, Daleman, Sriwulan, Bonyokan, awal Maret. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM --— Kabar cihuy jelang Lebaran setia hadir dari desa, pekan pertama Maret ini. Langganan viral saban tahun, lima desa di Jawa Tengah ini membagikan THR Idulfitri bagi warganya. Dari Desa Berjo di Kabupaten Karang Anyar bagikan Rp500 ribu per kepala keluarga (KK). Desa Sriwulan di Kabupaten Kendal bagikan Rp1 juta per KK. Desa Bonyokan Kabupaten Klaten bagikan Rp150 per KK. Bahkan Desa Wunut juga di Klaten bagikan Rp250 ribu per jiwa kepada 2.341 warganya. Cihuy!

DESA BERJO
Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karang Anyar, dipimpin Kades PAW per 13 Maret 2024 lalu, Dwi Haryanto, kembali sukses eksekusi program rutin tahunan bantalan sosial ringankan beban warga untuk belanja bahan pokok jelang Lebaran ini.

Pada 2026 ini, Pemdes setempat rogoh Rp723 juta bukan dari alokasi Dana Desa, murni dari kas Pendapatan Asli Desa (PADes) sumber hasil laba unit usaha pengelolaan destinasi wisata alam karkhas kelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alam Berjo pimpinan Sularno.

Kesuksesan Pemdes, bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pegiat UMKM dan ekonomi kreatif, kaum muda serta warga desa dalam penguasaan teori dan praktik pemajuan dan kapitalisasi potensi ekonomi desa berbasis pada UU Desa, taberbuahtasukses rencana, tata laksana, dan tata kelola potensi ekonomi desa seluas kurang lebih 1.623,8 hektar ini.

Sadar basis potensi wisata alam desa ini sejatinya potensi unggul; dari 10 dusun yakni Berjo, Gandu, Grow, Moroto, Pabongan, Selorejo, Sukuh, Tagung, Tambak, dan Tlogo; dengan bentang alam pekarangan, tegalan atau kebun, dan hutan negara di kawasan eksotik pegunungan: lereng barat Gunung Lawu dengan topografi ketinggian kurang lebih 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) bersuhu sejuk rerata 22°C hingga 32°C, berbatasan langsung sisi timur dengan hutan Lawu, memiliki pemandangan pegunungan asri, Berjo tenar keindah alam dan situs budayanya.

Itu lantas disekaliguskan sebagai produk unggulan desa (prokudes) sektor jasa kepariwisataan, hingga kisah sukses praktik baik pengelolaan destinasi wisatanya oleh BUMDes Alam Berjo hasilkan PADes menjulang, miliaran rupiah per tahun; menjadikannya kini salah satu desa terkaya, desa miliarder dengan kontribusi besar BUMDes bagi warga.

Seperti diketahui, desa wisata mandiri ini memiliki sejumlah destinasi populer kelolaan, mulai dari obyek wisata Air Terjun Jumog atau "Jungle Waterfall", tempat wisata air dan perkemahan, Telaga Madirda; situs candi peninggalan Majapahit abad ke-15, Candi Sukuh; wisata alam spot foto Instagramable, Tenggir Park; hingga dua situs peninggalan bersejarah, Situs Watu Bonang dan Situs Planggatan.

Dikunjungi hingga 400 ribu orang sepanjang 2025, fasilitas penunjang destinasi, lengkap pula. Mulai dari area parkir pengunjung, balai pertemuan, kafetaria, jungle tracking, WC umum, kios sovenir, musala, outbound, sentra kuliner, spot foto, Wi-Fi gratis. Semua terkelola baik. Pundi cuan.

April-Desember 2024 lalu saja misal, dari dua destinasi; BUMDes bukukan omset Rp11,3 miliar: Air Terjun Jumog Rp9,6 miliar, Telaga Madirda Rp1,7 miliar. Naik jadi Rp9,692 miliar dari Air Terjun Jumog dan Rp2,104 miliar dari Telaga Madirda sepanjang 2025. Belum lagi hasil dari unit usaha simpan pinjam catatkan pendapatan Rp54 juta.

Pada 2025, pendapatan kotor BUMDes Rp11,852 miliar, bersih Rp8,540 miliar. Dari total pendapatan bersih, BUMDes setor bagi hasil ke Pemdes Rp5,124 miliar (60 persen) sebagai PADes. Sesuai beleid desa, sisanya 34 persen masuk kas BUMDes, 6 persen insentif pengurus BUMDes.

Sekadar ilustrasi, Telaga Madirda di luasan lahan kurang lebih 7 hektar aset desa, terus digali potensinya agar tertata kelola baik. Telaga ini menggoda pengunjungnya dengan menawarkan empat paket wisata berkemah. Paket Madirda Friend Camp Rp100 ribu untuk 2 orang, Madirda Java HYU/BNIX Rp150 ribu (4 orang), Madirda Kingdom Rp350 ribu (6 orang), Madirda Family Rp400 ribu untuk 8 orang. Sudah termasuk jasa sewa lokasi, matras, lampu, dan tas camping.

Selain program pembagian THR warga per tahun, Desa Berjo memiliki program sosial kemasyarakatan tematik tak kalah ciamik lainnya, bersumber SHU unit usaha BUMDes. Dihimpun program gadang Semua Bisa Sehat, Semua Bisa Sejahtera, Semua Bisa Sarjana (3SBS) efektif sejak 2024, program unggulan desa sekaligus bukti komitmen Pemdes mewujudkan pembangunan berbasis kebutuhan warga.

Tiga pilar, pertama: Semua Bisa Sehat, layanan kesehatan gratis seperti ambulans 24 jam dan mobil siaga desa (624 kali layanan sepanjang 2025), program perawatan warga lansia ketergantungan melalui relawan desa dan bidan desa yang rutin lakukan kunjungan serta pemeriksaan kesehatan.

Pilar kedua: Semua Bisa Sejahtera, via penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari PADes ke 275 keluarga penerima manfaat masing-masing Rp600 ribu per tahun total pagu Rp165 juta, dengan sasaran kelompok rentan (disabilitas, janda, lansia, yatim, piatu, yatim piatu, dan lainnya). Serta layanan keagamaan gratis, layanan program pencegahan bencana gratis, bantuan traktor gratis untuk kelompok tani.

Ketiga: Semua Bisa Sarjana, bantuan beasiswa pendidikan per semester untuk 640 murid, masing-masing Rp500.000 untuk murid SMP/MTs, Rp1 juta untuk murid SMA/SMK/MA, Rp2,5 juta bagi mahasiswa Perguruan Tinggi warga Berjo. Pada 2025 bertambah menjadi 273 murid SMP, 300 murid SMA, 121 mahasiswa, total 694 orang, pagu Rp990 juta.

Merujuk keterangan Ketua Percepatan Desa, Wahyu Budi Utomo, program Semua Bisa Sarjana mampu naikkan angka partisipasi kasar, angka lanjut pendidikan ke jenjang sarjana di Berjo hingga 52,9 persen. Lebih dari separuh "akamsi" lulusan SMA/SMK bisa lanjut kuliah.

Atas sukses pembagian THR Idulfitri 1447 Hijriah yang per administrasi masuk bantuan pangan, bagian dari ketahanan pangan dalam APBDes Berjo dan disalurkan 2-3 Maret lalu ini, Bupati Rober Christanto, kata apresiasinya bilang itu bentuk nyata kemandirian desa dalam sejahterakan warga. Desa Berjo, terhimpun basis data Jaringan Desa Wisata binaan Kementerian Pariwisata ber-ID #36484 kategori Desa Wisata Berkembang.

DESA WUNUT
Sementara, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, salah satu desa Kecamatan Tulung yang berbatasan langsung Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang memang terkenal dengan potensi sumber mata air alami (sebutan setempat: umbul).

Potensi alam itulah yang lantas digali dan dibangun warga dan Pemdes Wunut terhadap sejumlah titik umbul, salah satunya Umbul Pelem. Dimulai dengan pembangunan bertahap Umbul Pelem Waterpark gunakan Dana Desa per 2016 silam seterusnya, dengan persentase 40-75 persen dari pagu tiap tahun itupun dibayangi larutan pesimisme sebagian warga, disamping terpaksa mengesampingkan sementara kegiatan program pembangunan lainnya.

Kafilah berlalu, Pemdes pimpinan Kades Iwan Sulistyo Setiawan bersama jajaran BUMDes Sumber Kamulyan terus go ahead, mengingat secara geologis lahan sekitar umbul ini tergolong tidak produktif, hanya bisa ditanami selada air (cenil, jembak) sehingga tak bisa dongkrak ekonomi warga.

Benar saja, situasi berkebalikan seiring waktu, destinasi ini menjawab ragu: sumbang PADes Wunut Rp30 juta di 2018, meroket menjadi Rp210 juta pada 2019, menjulang menjadi Rp576 juta pada 2020, ulah pagebluk menurun menjadi Rp253 juta pada 2021, rebound parah menjadi Rp915 juta pada 2022, tak terbendung menjadi Rp2,5 miliar pada 2023, dan busyet dach menjadi Rp3,1 miliar pada 2024 lalu.

Allah tidak tidur. Selain BUMDes Sumber Kamulyan, selain serap 55 tenaga kerja setempat (14 tenaga kerja tetap, 41 tenaga temporer) dan mampu raih omset Rp7.824.313.780 dengan laba bersih Rp5.749.754.380 dan sumbang PADes Rp3,1 miliar pada 2023 lalu saja, belum lagi geliat UMKM sekitar makin lama makin maju ulah beludak pengunjung.

Dari hasil usaha Umbul Pelem Waterpark, Pemdes Wunut lalu mulai menggebrak sunyi: eksekusi program pemberian gratis bertahap iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada setiap kepala keluarga per 2020 lalu dan telah meng-cover 1.400 warga hingga 2024 lewat; meluncurkan program covering jaminan kesehatan BPJS Kesehatan bagi 540 warga belum tercover dari pemerintah pun perusahaan per 2021; juga menggelontorkan santunan kematian bagi warga.

Serta, seturut Desa Berjo, menggulir program pemberian THR Idulfitri kepada 744 kepala keluarga sebesar Rp300 ribu pada 2023 dan naik menjadi Rp400 ribu pada 2024.
Naik menjadi Rp1 juta per KK pada 2025 lalu terdiri uang tunai Rp500 ribu dan tabungan investasi Rp500 ribu.

2026 ini skema pembagian THR sedikit berubah, diberikan Rp250.000 per jiwa kepada 2.341 warganya yang terdaftar dalam KK termasuk bayi, sebagai bentuk bagi hasil laba. Total, Pemdes merogoh kocek kas Rp585 juta.

DESA DALEMAN
Terimbas getok tular positif, mengikuti jejak Desa Wunut, rekan desa satu kecamatan, Pemdes Daleman juga masih di Kecamatan Tulung, Klaten, mulai turut memprogramkan pembagian THR Idulfitri bagi warganya per 2026 ini.

Berapa? Kades Mursito mengafirmasi anggaran THR Idulfitri kali pertama ini masing-masing Rp50 ribu per jiwa diberikan kepada setotal 5.000 warga. Pemdes sini merogoh kocek kas desa sebesar Rp250 juta hasil PADes dari sumber SHU unit usaha kelolaan BUMDes setempat.

Di antaranya, kolam renang, pasar desa. Serta obyek wisata pemandian mata air alami yang terkenal dengan air super jernih langsung dari mata air Cokro (amat bening hingga dasar kolam tampak jelas), segar, bebas kaporit; jajakan sensasi suasana teduh asri dikelilingi pepohonan tua nan rindang seperti pohon beringin dan pohon ipik dan area persawahan, pas buat destinasi healing tipis-tipis keluarga hingga spotfoto bawah air: Umbul Nilo.

Disebut destinasi alternatif terbaik, mudah akses dari pusat kota Klaten pun Solo, umbul berfasilitas kolam renang dewasa dan anak (plus waterboom), ruang bilas, gazebo, musala, warung makan dan sewa ATV, tiket Rp6 ribu hari biasa, Rp8 ribu hari libur, Umbul Nilo jadi magnet khusus.

Kendati secara nasional alokasi Dana Desa tahun ini rerata menurun imbas efisiensi anggaran negara, tetapi lain sisi menimbang pendapatan asli desa ini juga asli meroket dari sebelumnya Rp400 juta pada 2025 lalu menjadi lebih dari Rp1 miliar tahun ini dari tiga sumber pendapatan utama itu.

Berbagi itu indah, berbagi itu baik, berbagi itu mulia, jadi dasar filosofis pratama guliran program ini. Tak sekadar latah ikut-ikutan. Respons warga pun hangat luar biasa.

DESA SRIWULAN
Gaung viralnya tak segemerincing Berjo dan Wunut, nun praktik serupa, berbagi THR saban tahun nominal setara, jua telah digeber Pemdes Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, praktis sejak 2024.

Sebangun dengan kesuksesan tata laksana tata kelola unit usaha kelolaan BUMDes setempat, Pemdes pengampu destinasi wisata alam Kalikesek ini sukses pula menaikkan pagu anggaran THR Idulfitri bagi warganya.

Mulai dari masing-masing Rp500.000 per KK kali pertama digelontorkan 2024, menjadi Rp750.000 per KK pada 2025 lalu, naik lagi 2026 ini jadi masing-masing Rp1 juta per KK!

Pemdes Sriwulan total menggelontorkan Rp255 juta untuk 255 KK mayoritas petani, dari hasil laba unit usaha destinasi Kalisesek yang omset sebelumnya sekitar Rp1 miliar pada 2024 naik jadi Rp1,4 miliar pada 2025 seiring penaikan jumlah pengunjung. Kini rerata 1.500 orang per hari.

DESA BONYOKAN
Kendati tak sebesar ketiga desa sejawat, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, tak kalah berpraktik baik menggulirkan program pembagian THR Idulfitri untuk pertama kalinya pada 2026 ini diberikan kepada 1.122 KK di tujuh RW (setempat: Dukuh) senilai Rp150.000 per KK.

Desa yang per historis berakar sejarah menarik, asal-usul namanya disebut berasal dari kisah lampau saat wilayahnya digunakan sebagai tempat penampungan korban perang yang mengalami 'bonyok' (KBBI: luka-luka, terluka parah, memar); selain dikenal unik: desa pencetak atau gudang atlet panahan nasional terutama berbasis di pedukuhan RT 004 RW 002 (kampung kelahiran atlet nasional Alvianto Bagas Prastyadi) bahkan rutin kirimkan atlet terseleksi ke ajang PON, kejuaraan dunia hingga Olimpiade dan punya ikon memanah: simbol orang memanah dan papan sasaran memanah di gapura gerbang desanya ini, bukukan PADes Rp750 juta tahun ini. Naik dari Rp700 juta pada 2025 lalu.

Surono, kades, bilang anggaran THR setotal Rp170 juta itu disisihkan dari hasil PADes bersumber dari SHU unit usaha kelolaan Bumdes seperti pasar klitikan di Lapangan Bonyokan yang buka khusus tiap pasaran Legi dalam kalender Jawa, dikenal sebagai Pasar Legen; juga pasar sentra penjualan sapi di kecamatan setempat, Pasar Sapi Jatinom; 0serta jasa persewaan ruko milik desa.

Sebelumnya, Pemdes sini sukses program covering jaminan kesehatan nasional (JKN) bagi seluruh unsur lembaga desa sejak 2022 silam, disusul sukses penggratisan pajak bumi dan bangunan (PBB) sejak 2025 lalu bagi 95 warga wajib pajak terverifikasi: ber-KTP dan punya lahan pekarangan maupun sawah di desa setempat.

Kisah sukses dan praktik baik Desa Berjo, Wunut, Daleman, Sriwulan, dan Bonyokan; seturut kisah sukses dan praktik baik salah satu desa terkaya di Indonesia yang juga meletak di Klaten, Jawa Tengah: Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Desa miskin tertinggal kala lampau yang seiring datang era otonomi desa dengan lahirnya UU Desa pada 2014 silam; perlahan sukses merubah wajah menjadi desa maju bahkan "desapolitan"; berpendapatan semula Rp80 juta lalu hingga sempat menjadi Rp14-15 miliar per tahun berkat optimalisasi pengelolaan potensi sumber mata air Umbul Ponggok oleh BUMDes lalu kelak kini menjelma menjadi destinasi wisata selam air tawar unggulan.

Desa Ponggok yang kini jadi rujukan studi banding nasional dalam pengembangan BUMDes dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal, terus mengembangkan potensi lain seperti destinasi senada Umbul Besuki, Umbul Sigedhang, dan Waduk Galau. Juga pemberdayaan UMKM (terkenal dengan hilirisasi produk turunan ikan nila), dan lainnya.

PADes Ponggok per tahun, SHU-nya hingga kini terus menjelma menjadi sumber anggaran program populis tingkat dewa serta berorientasi pro-poor dan pro-greeen mulai dari program Satu Rumah Satu Sarjana, pemberian gratis jaminan kesehatan BPJS Kesehatan, dan peningkatan ekonomi warga (usaha restoran, hotel, persewaan mobil), sampai program wajib tanam pohon bagi warga yang akan menikah atau bercerai demi jamin keberlangsungan alam.

Tak heran, kesuksesan tak terlepas dari kepemimpinan atributif-teknokratik Kades Junaedhi Mulyono, teranyar didapuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Terkaya teratas, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, mengembangkan potensi wisata sejak 1998 dan jadi percontohan. BUMDes Kutuh mengelola 9 unit usaha, termasuk destinasi andalan Pantai Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, transportasi dan konstruksi. Belum lagi wisata tematik, wisata minat khusus berbasis atraksi budaya. Kini, aset LPD Kutuh tembus Rp135 miliar, dukung pendidikan dan lapangan kerja warga. Pendapatan tahunannya, kotor Rp50 miliar, bersih Rp14,5 miliar!

Satu poin, meminjam analisis pencerahan Camat Tulung, Hendri Pamungkas, dibalik kata apresiasinya atas kesiapan desa-desa di wilayahnya hadapi pengurangan Dana Desa.

Hendri menelaah, desa-desa eksekutor program karitatif itu terbukti mampu menyiapkan “sekoci” ekonomi lewat pengelolaan potensi lokal sejak dini. Sejak jauh-jauh hari.

“Mereka sadar, Dana Desa mungkin tidak berkelanjutan. Maka, mereka berinvestasi pada potensi desa. Hasilnya, pembangunan tidak hanya soal fisik seperti jalan, tapi juga menyentuh kesejahteraan langsung masyarakat."

LAMPUNG?
Di Lampung, kendati belum pernah ada rilis resmi data desa terkaya, akan tetapi dari sejumlah kisah sukses dan praktik baik tata rencana, tata laksana, tata kelola pemerintahan dan pembangunan desanya, juga tak kalah pamor bahkan telah pula menasional sejumlah desa inovatif keren jua.

Sebut mulai dari "desa saham", Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan; pelopor Desa Nabung Saham pertama di Lampung sejak 2018 di mana banyak warganya aktif berinvestasi saham melalui Galeri Investasi, jadi percontohan inklusi keuangan pasar modal di desa. Disusul Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, di mana hingga November 2020 silam, nilai transaksi investasi di kedua desa itu lebih dari Rp800 juta dari 429 nasabah.

Hingga getok tular program inisiasi "local hero" pemuda desa Sidorejo bernama Riyan Ahmad ini, kini tercatat total enam desa per 2023 termasuk Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, yang diresmikan sebagai Desa Inklusi Keuangan dan Desa Nabung Saham oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Perwakilan Lampung didukung Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung. Ini menjadikan Lampung Selatan pengampu desa inklusi keuangan terbanyak di Lampung. Modal investasinya jutaan? Tidak. Mulai dari Rp100 ribu.

Selanjutnya desa digital, desa surga layanan publik berbasis digital, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Dicanangkan sebagai desa percontohan dan pelopor utama transformasi desa cerdas (smart village) pertama di Lampung, salah satu dari 10 Desa Anti Korupsi percontohan nasional oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, berkat transparansi publik melalui website desa dan pelayanan digital ampuan kuat Kades Rio Remota, desa langganan juara lomba: Desa Terbaik 1 tingkat Provinsi Lampung, Desa BRILiaN 2025.

Kemudian, sederet desa berbasis wisata tematik unggulan mulai dari desa wisata bahari: Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan; dengan karkhas pantai tenang bersama kegagahan tebing batu serta "tapak sunyi" Pantai Minang Rua, sentra konservasi penyu kelolaan warga.

Desa wisata surga diving, Desa Pulau Pahawang Kecamatan Kabupaten Pesawaran; desa pulau dengan kesibukan hilir mudik perahu jukung para nelayan, homestay apung yang desainnya memungkinkan pengunjung melihat laut tepat dari bawah kaki, hal "receh" yang ikonik: kemunculan pasir timbul membelah laut saat air surut, menciptakan setapak alami yang seolah muncul dari dasar samudera.

Desa wisata surga lumba-lumba, Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus; desa pesisir tepi pantai Teluk Kiluan yang dikembangkan sebagai destinasi wisata terkelola berbasis masyarakat setempat sejak 2005, wilayah perairan teluk sekitarnya ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan jadi area konservasi perairan daerah untuk dikelola jadi taman wisata perairan sejak 2019; ditetapkan SK Bupati sebagai desa wisata per 2020; lautnya habitat alami spesies mamalia laut yakni lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba paruh panjang, paus pilot, dengan karkhas pesona langka si lumba-lumba muncul berkelompok berinteraksi sapa pelancongnya.

Plus suguhan wisata Dolphin Tour, treking Laguna Gayau dan Talang Mulian, wisata pantai Cukuh Pandan, sampai diving, mancing, snorkeling. Serta, eksplor daya tarik Pulau Kelapa dengan gradasi air laut biru toska yang tenang, jadi tempat istirahat sempurna usai perjalanan menantang di tengah laut lepas. Sekadar catatan, satu nama pesohor, mantan Puteri Indonesia cum aktris penggila diving, pernah terpukau eksotismenya saat syuting film ambil lokasi di sini, Nadine Chandrawinata.

Lainnya, desa wisata surga kopi Robusta Lampung: Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, lokus sentra vokasi Sekolah Kopi Lampung Barat inisiasi sang 'Bupati Kopi' Parosil Mabsus, pertama di Indonesia.

Sudut lain, sisi gelap silau dunia hingga kungkung goda syaitan yang terkutuk, celaka dua belasnya: desa dan rakyat pedesaan di Tanah Air masih ada jua yang apes. Gegara, aparaturnya masih ada yang enggan cihuy bebaskan diri dari sandera patologi rasuah. Korupsi Dana Desa. Jauhi! (Muzzamil)