Helo Indonesia

Forum Pembauran Kebangsaan Berduka 2 Tokoh Lampung Pulang di Hari Fitri

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 23 Maret 2026 11:20
    Bagikan  
MENINGGAL
HELO LAMPUNG

MENINGGAL - DS dan Herman Mozes-Tamanuri (Helo Indonesia)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Langit duka menyelimuti Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat gema takbir masih bergaung, Lampung kehilangan dua putra terbaiknya: Tamanuri dan Mozes Herman bin Muchtar Abisiri. Tokoh H. Darussalam, SH, MH, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya kedua tokoh tersebut.

Dalam hening yang sarat makna, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung yang juga tenaga pendamping gubernur itu mendoakan agar keduanya dipertemukan dengan kemuliaan, berkumpul bersama umat Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir kelak.

Sebagai Ketua Ormas Batanghari Sembilan — wadah masyarakat Lampung asal Sumatera Selatan, Darussalam mengenang kepergian itu bukan sekadar kehilangan, melainkan juga perpisahan dengan jejak pengabdian yang panjang. Jejak yang tak lekang oleh waktu, tertulis dalam sejarah pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat yang pernah mereka pimpin.

“Selamat jalan para senior. Insya Allah, jejak langkah kalian akan menjadi pelita bagi kami yang melanjutkan pengabdian—menerangi jalan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya lirih.

Baginya, kepergian ini adalah pengingat yang sunyi namun dalam: bahwa hidup adalah kesempatan yang kerap luput disadari. Kesempatan untuk merawat kebersamaan, menjaga pembauran kebangsaan, dan menumbuhkan kedamaian sebagai fondasi kehidupan yang rukun dan produktif di Provinsi Lampung.

Tamanuri, sosok yang pernah memimpin Kabupaten Waykanan selama dua periode (2000–2010), dikenal sebagai pemimpin yang menapaki jalan pengabdian dengan kesederhanaan. Putra Sungkai Bunga Mayang, Lampung Utara itu, hingga akhir hayatnya masih mengabdikan diri sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Lampung II di DPR RI.

Sementara itu, Mozes Herman—Wali Kota Metro pertama (2000–2005)—bukan hanya menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga meletakkan fondasi bagi lahirnya sebuah kota. Ia adalah bagian dari sejarah awal, dari keberanian membangun Kota Metro dari titik nol hingga berdiri sebagai kota yang terus tumbuh.

Tamanuri wafat di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, pada Senin (23/3/2026) pukul 07.30 WIB. Sedangkan Moses Herman mengembuskan napas terakhir di RSUD Abdul Moeloek pada Minggu (22/3/2026).

Kini, keduanya telah berpulang. Namun, nama dan pengabdian mereka akan tetap hidup—menjadi kisah yang diceritakan, menjadi teladan yang diwariskan, dan menjadi doa yang tak pernah putus dari bumi Lampung. Innalilahiwainnalilahirojiun
(HBM)