LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Dinamika menjelang Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai menghangat. Jauh hari sebelum tahapan resmi dimulai, nama Dr. Budiyono, SH, MH telah lebih dulu didorong oleh sejumlah rekannya untuk menggantikan Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM.
Salah satu sosok yang aktif mewacanakan pencalonan tersebut adalah Dr. Habiburokhman, SH, MH. Politikus Partai Gerindra yang kini menjabat Ketua Komisi III DPR RI itu beberapa kali menyuarakan dukungannya, baik ke publik maupun kepada rekan-rekan alumni Fakultas Hukum (FH) Unila Angkatan 1993.
Seiring intensitas dukungan yang kian sering disampaikan dan momentum pemilihan yang mulai mendekat, riak kritik pun muncul di internal Keluarga Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Provinsi Lampung.
Grup WhatsApp Kahmi Lampung sempat ramai membahas sosok Budiyono. Sejumlah anggota menyatakan dukungan sebagai sesama keluarga besar Kahmi. Namun, tak sedikit pula yang menilai kandidat tersebut belum layak.
Beberapa di antaranya menyoroti bahwa Budiyono belum memiliki “kelas internasional”, belum menyandang gelar profesor, serta belum menjadi guru besar. Pernyataan itu memicu perdebatan hangat di antara sesama anggota.
Komentar bernada keras pun sempat muncul. “Kenapa lu posting chat seperti itu, dah hebat lu!” tulis salah satu anggota. Sementara yang lain mempertanyakan alasan penolakan terhadap kemunculan Budiyono sebagai calon rektor.
Menanggapi polemik tersebut, Budiyono akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa syarat pencalonan rektor tidak harus bergelar profesor, melainkan cukup doktor. Ia juga mengaku membutuhkan dukungan, baik dari senior maupun junior sesama kader HMI.
Meski sempat memanas, tidak semua anggota terlibat dalam perdebatan. Sejumlah senior Kahmi turun tangan meredam suasana. “Insya Allah, doa dan dukungan dari kami untuk Dinda Budiyono bisa membantu menjadi Rektor Unila. Dinda sudah on the track, teruslah berjuang. Yakin usaha sampai,” tulis seorang senior di grup tersebut.
Dukungan terhadap Budiyono sendiri telah beberapa kali disampaikan Habiburokhman di berbagai forum. Mulai dari pernyataan kepada media usai menjadi narasumber seminar nasional di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad FH Unila pada Juli 2025, hingga dalam Reuni 32 Tahun IKA FH Unila Angkatan 1993 di Jakarta, November 2025.
Terakhir, dukungan itu kembali ditegaskan dalam acara Halal Bihalal Ikatan Alumni (IKA) FH Unila 1993 di Emersia, Bandarlampung, Senin (23/3/2026).
Habiburokhman beralasan, sejak Unila berdiri sekitar 60 tahun lalu, belum pernah ada alumni Fakultas Hukum yang menjabat sebagai rektor. Padahal, Fakultas Hukum bersama Fakultas Ekonomi merupakan dua fakultas tertua di kampus yang dikenal sebagai “Kampus Hijau” tersebut.
Sebagai informasi, Rektor Unila saat ini, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, dilantik pada 18 Januari 2023 untuk masa jabatan 2023–2027. Berdasarkan pola sebelumnya, tahapan penjaringan calon rektor biasanya dimulai sekitar dua hingga tiga bulan sebelum masa jabatan berakhir. (HBM)
