Helo Indonesia

Sekda Jateng Sentil Petugas Haji: Layani Jemaah, Jangan Hanya Pentingkan Ibadah Sendiri

Selasa, 31 Maret 2026 07:30
    Bagikan  
Sekda Jateng Sentil Petugas Haji: Layani Jemaah, Jangan Hanya Pentingkan Ibadah Sendiri

Sekda Jateng Sumarno saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Pendamping Haji Daerah

BOYOLALI, HELOINDONESIA.COM - Peringatan keras ditiupkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, kepada para Petugas Haji 2026. Dia menegaskan agar seluruh petugas tidak menomorduakan pelayanan kepada jemaah demi mengejar kepentingan ibadah pribadi di Tanah Suci.

Sentilan tersebut disampaikan Sumarno saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin 30 Maret 2026.

Sumarno mengungkapkan, berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan haji sebelumnya, masih terdapat keluhan jemaah mengenai petugas yang kurang amanah.

Baca juga: Gebrakan TI Jateng, Bantu Matras Demi Dongkrak Prestasi Taekwondo di Daerah Tertinggal

Beberapa petugas dinilai terlalu fokus menjalankan ibadah haji untuk dirinya sendiri. Sehingga tugas utama melayani jemaah justru terabaikan.

"Keluhan jemaah sebelum-sebelumnya itu petugas haji kurang amanah. Jadi mereka (Jemaah) banyak terabaikan. Momentum ini kami berpesan lebih awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji," tegas Sumarno.

Ia menambahkan, kesempatan beribadah haji bagi para petugas seharusnya dipandang sebagai bonus atau nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan. Sumarno mewanti-wanti agar prioritas ini tidak tertukar.

"Kalau dibalik (mengutamakan ibadah pribadi), amanahnya tidak jalan. Insyaallah tidak akan dapat pahala apa-apa, padahal sudah capek secara fisik. Saya berpesan, pegang teguh dua hal, Ikhlas dan Amanah," imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas.

Menurutnya, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

"Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi bahkan sebelum jemaah masuk asrama. Kolaborasi ini sangat penting agar perlindungan jemaah bisa lebih maksimal," ujar Fitriyanto.

Baca juga: Ketua dan Sekretaris Koperasi Bhakti Makmur Jaya Klarifikasi Soal Kuasa Hukum dan Pengelolaan Keuangan

Sebagai informasi, dari 180 PHD yang mengikuti pembekalan, 86 orang merupakan petugas layanan kesehatan dan 94 orang petugas layanan umum.

Mereka akan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Persiapan Menyeluruh

Sementara itu, Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan dirinya bersama tim telah melakukan persiapan menyeluruh, baik secara teknis maupun mental, untuk menjalankan tugas pelayanan.

“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji telah dimitigasi sejak awal. Hal itu dilakukan agar tidak ada jemaah yang terabaikan selama proses ibadah berlangsung.

“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Baca juga: Lampung Makin Percaya Diri Tuan Rumah PON 2023 dan Yakin Ukir Prestasi Nasional

Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks. Terutama dengan fokus pada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi. Ia menyebut, kelompok tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” katanya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menambahkan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan maksimal.

“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Terkait situasi perang di Timur Tengah, Wahid menyatakan para petugas tetap fokus pada persiapan dan menunggu arahan resmi pemerintah. Ia memastikan komitmen petugas tidak akan berubah. (Aji)