Helo Indonesia

Ancam Periuk Ribuan Petani Tebu, Kadapi Siap Kawal Menghadap Presiden Prabowo

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 3 April 2026 19:24
    Bagikan  
PSMI TEBU RAKYAT
HELO LAMPUNG

PSMI TEBU RAKYAT - SIAP - Ketua DPD PAN Way Kanan Dr Resmen Kadapi. | dok/Gemini AI/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Persoalan hukum yang melilit PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) berimbas pada "periuk" ribuan rakyat yang bermitra dengan pabrik tebu tersebut di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung. Resmen Kadapi siap mendampingi warga aksi hingga menemui Presiden Prabowo di Istana Negara, beso

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Waykanan itu prihatin akibat tertundanya tebang dan giling tebu hingga waktu belum diketahui pihak perusahaan akibat proses kasus yang tengah ditangani Kejati Lampung.

"Saya siap mendampingi petani memperjuangkan nasib keluarga mereka," kata putra Waykanan yang berprofesi sebagai advokat progresif cum politisi milenial itu kepada Heloindonesia.com, Jumat (3/4/2026).

Dia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi, kondisi saat ini, masyarakat sedang susah. Doktor hukum jebolan Universitas Jayabaya ini akan segera konsolidasi dengan masyarakat.

Jika Kejati Lampung dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tidak bisa memberikan jalan terbaik, Partai Amanat Nasional (PAN) Waykanan akan all out, siap full dampingi masyarakat menghadap Presiden Prabowo Subianto.

Ribuan petani tebu mandiri Kabupaten Waykanan dan sekitarnya menuntut kepastian jadwal tebang dan giling oleh PSMI. Perusahaan itu sendiri tak bisa berbuat apa-apa karena ditahan perusahaan.

Akibatnya, petani mengalami kerugian signifikan. Tanaman tebu seharusnya segera dipanen agar berpotensi menurunkan kadar rendeman gula dan potensial berdampak langsung anjloknya harga jual, ujar
Resmen.

"Kami dengan ini minta semua pihak terutama pemda dan penegak hukum, beri solusi konkret segera agar petani tak terus dirugikan. Jangan sampai petani jadi korban. Harus ada solusi cepat. Kalau tidak, terpaksa kami akan bergerak lebih jauh demi memperjuangkan hak mereka,” wanti dia.

Untuk diketahui, di Bumi Ramik Ragom khususnya, situasi "bara dalam sekam" itu kini menjadi sorotan luas publik, mengingat pertanian dan perkebunan, tulang punggung ekonomi rakyat di daerah. Harapan besar kini tertuju pada langkah cepat pemerintah dan pihak terkait agar krisis dihadapi petani tebu tak semakin menjorok dalam.

Patut diketahui pula, musim tebang dan terutama sekali musim giling —biasa jatuh saat kemarau agar penebangan manual/mekanis berjalan lancar, tebu yang dikirim ke pabrik berkondisi matang (di mana kandungan sukrosa tertinggi) segar, memastikan kadar air tebu rendah dan kandungan gula (rendemen) maksimal, lazimnya musim paling dinanti.

Di sejumlah sentra, masih ditemui awal musim ditandai ritual syukuran dan doa kelancaran produksi. Pabrik beroperasi nonstop 24 jam hingga 6-7 bulan hingga tebu siap panen habis digiling.

Ampas tebu (bagasse) residu giling jua bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar boiler. Situasi kebun dan sekitar bakal sesontak ramai (lalu lalang truk angkut, UMKM menggeliat, pendapatan warga turut meningkat) hingga paling jauh 6 bulan sejak musim tiba. Itulah antara lain ilustrasi 'obat' keresahan petani tebu Waykanan kini. (Muzzamil)