LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Terungkap lebih jelas, sampah antariksa yang jatuh melintas bak meteor di langit Lampung berasal dari roket tahap tiga (upperstage) Long March-3B atau dikenal sebagai CZ-3B dan LM-3B milik Tingkok, China. Roket tersebut buat menempatkan satelit militer Tongxin Jushu Shiyan (TJS)-14.
Xichang Space Center yang meluncurkan roket yang memiliki panjang 18 meter dan berat 20 toN dari Launch Area 2 di Xichang Satellite Launch Center di Provinsi Sichuan. Tujuannya, menempatkan satelit militer pada orbit geostasioner setinggi 26 ribu km.

Setelah menempatkan satelit militer pada orbitnya, roket tingkat tiga pendorongnya lalu melemah dan akhirnya jatuh menembus atmosfer sehingga gesekannya menghancurkan roket yang terbakar menuju samudera.
Berdasarkan laporan Kechuangban Ribao, roket dua tahap ini memiliki dimensi tinggi sekitar 71 meter dengan bobot lepas landas mencapai 590 ton. Secara fungsional, Tianlong-3 diklaim mampu mengirimkan muatan seberat 17 hingga 22 ton ke orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).
Roket yang terbakar terlihat seperti meteor jatuh atau bola api yang bergerak dari Utara-Barat Laut menuju Selatan-Tenggara. Saat melintas di atas langit Lampung, warga sempat bertanya-tanya tentang bola api tersebut.
Warga menyaksikan sampah antariksa atau debris itu dari Kepulauan Seribu, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga masyarakat Kota Metro.
Cahaya berbinar dari roket itu akibat mengalami gesekan dengan atmosfer sehingga terbakar dan sisanya saja yang sampai ke bumi, kata Annisa Novia Indra Putri dari Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL).
Debris seperti ini sudah sering terlihat di berbagai belahan bumi. Namun, di Indonesia, terutama Provinsi Lampung, fenomena ini baru terjadi sehingga menarik perhatian dan pembicaraan masyarakat.
Tiga tahun lalu, tepatnya Minggu (31/7/2022), pukul 17.00 WIB, serpihan loganlm sampah angkasa berukuran panjang 5 meter dan lebar 2 meter ditemukan di lahan sawit Desa Pengadang, Kecamatan Sekayan, Kabupaten Sanggau.
Pada tahun yang sama, serpihan roket China juga pernah mendarat di kawasan perkebunan dekat permukiman warga di Senayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sebelum mendarat, warga melihat benda seperti meteor yang meluncur dari luar angkasa.
Roket tiga-tahap dengan empat pendorong cair ini merupakan roket yang paling kuat dari keluarga roket Long March dan terberat dari keluarga roket Long March 3, terutama buat penempatan satelit komunikasi ke orbit geosynchronous.
Long March 3B adalah peluncuran sistem roket sekali pakai dibuang kedua paling kuat di dunia, setelah Proton Rusia. Long March 3B / diperkenalkan pada tahun 2007 untuk meningkatkan roket kargo kapasitas GTO dan satelit komunikasi GEO berat.. (HBM)
