LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Camat Sukabumi, Kota Bandarlampung, Sahrial, S.Sos, MM minta diberitakan salah satu media online saat jadi mandor gotong royong longsor yang dilakukan jajarannya, aparat, dan warga di Jl. Bangau, Blok B1 RT06 LK1, Kelurahan Nusantara Permai.
Dengan kaos putih, pakai jam tangan, dan pegang ponsel, Sahrial mengawasi pembenahan talut longsor dari ketinggian badan jalan. Dia menyaksikan mereka yang turun gotong royong berkotor ria membersihkan material longsor dan memperbaiki pondasi ambrol.

Wali Kota Eva Dwiana spontan turun ikut merasakan banjir yang dialami warga sekaligus mencari penyebab untuk dibenahi
Namun, kepada sang wartawan, Sahrial ingin pemberitaannya giat tersebut inisiatifnya. "Dia berjanji akan memberikan uang kopi dan rokok setelah berita disetujuinya dan dimuat media," ujar seorang wartawan kepada Heloindonesia, Sabtu (11/4/2026).
Sahrial juga mengirimkan foto-foto dan narasi yang diinginkannya saat jadi mandor pada Minggu (5/4/2026), pukul 09.30 WIB. Kutipan leadnya: sesuai arahan Wali Kota Eva Dwiana Camat Sukabumi Sahrial S.Sos, MM bersama lurah, sektor, jajaran pamong, dan warga gotong royong pengangkatan sedimentasi dan normalisasi drainase.
Padahal, berita media online yang terbit saat itu, Babinsa Pertu Jajang S dari Koramil 410-01/Panjang yang berinisiatif dan turun langsung memimpin aksi bahkan dengan tangannya ikut mengangkat batu, menyingkirkan lumpur, dan membenahi pondasi.
Peltu Jajang jadi komandan lapangan mengkoordinir warga, aparat kelurahan, linmas. Dia menyemangati warga di bawah tatapan Camat Sahrial dari atas jalan. "Satu cangkul kita hari ini selamatkan puluhan rumah dari banjir besok, jangan menyerahkan," ujar Peltu Jajang.
Kehadiran Babinsa menjadi pemecah kebuntuan saat warga sempat kebingungan menangani pondasi saluran yang roboh. Dengan pengalaman teknis kebencanaan yang dimilikinya, Peltu Jajang memberi arahan bagaimana menyusun kembali batu-batu pondasi secara aman dan efisien.
Tak hanya itu, ia juga memastikan setiap warga menggunakan alat pelindung diri seadanya agar terhindar dari cedera. Menurut Peltu Jajang, kegiatan ini bertujuan vital, terutama untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.
“Jika saluran tersumbat, air akan meluap dan menggenangi pemukiman warga Blok B. Kami bertindak cepat sebelum hujan deras turun lagi,” ujarnya di sela-sela membersihkan material.
Berkat semangat gotong royong yang dipompa oleh Babinsa, seluruh proses pembersihan dan perbaikan berjalan tertib, aman, dan lancar. Dalam waktu kurang dari empat jam, tumpukan tanah longsor dan puing saluran berhasil diangkut, aliran air kembali normal, dan pondasi sementara telah diperkuat.
Sementara itu, Ibu RT setempat, mengaku lega. “Kami sempat khawatir karena saluran ambrol. Begitu Babinsa datang, semua jadi terarah. Beliau seperti kakak sekaligus komandan kami,” tuturnya haru. (HBM)
