LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mencatat sebanyak 112 siswa dari dua sekolah diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan bahwa kasus tersebut terjadi di SMP Negeri 25 Bandarlampung dengan jumlah 90 siswa dan SMP Swadaya sebanyak 22 siswa.
“Total ada 112 siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan,” Katanya, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa ini diduga terjadi pada 27 April 2026, dengan gejala yang mulai dirasakan para siswa pada malam hari. Gejala yang dialami di antaranya muntah dan diare. Meski demikian, tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan inap.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas dan BPOM telah turun langsung ke dapur penyedia makanan pada 28 April 2026 untuk melakukan pemeriksaan.
" Seharusnya setiap dapur penyedia MBG menyimpan sampel makanan harian. Sampel tersebut kini telah diambil untuk diuji di laboratorium BPOM," tuturnya.
“Hasil uji laboratorium masih belum keluar, jadi penyebab pastinya belum bisa dipastikan,” jelas Muhtadi.
Ia juga menyampaikan bahwa dapur penyedia makanan tersebut baru saja memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada 8 April 2026.
" Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, kondisi dapur dinilai baik dan bersih, termasuk alur pengolahan makanan, penyimpanan bahan baku, hingga distribusi," ujarnya.
“Secara fisik dapur sudah memenuhi standar, baik dari kebersihan maupun sistem pengolahan,” terangnya.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih fokus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan kepada pihak dapur sebagai bahan evaluasi.
“Kami tidak bisa memberikan sanksi karena yang memberikan sanksi itu BGN langsung. Tapi saat ini fokus kami adalah mencari penyebabnya,” tandasnya.( Hajim).
