Helo Indonesia

Lawan Arus Budaya Digital, Mahasiswa Ilkom USM ‘Sihir’ CFD Semarang dengan Mozaik Budaya

1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
Lawan Arus Budaya Digital, Mahasiswa Ilkom USM ‘Sihir’ CFD Semarang dengan Mozaik Budaya

Kegiatan Kampanye Mozaik Budaya yang digelar mahasiswa Ilkom USM di CFD Simpanglima Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Komunitas Budaya Renjanaloka menggelar Kampanye Mozaik Budaya pada Minggu 31 Mei 2026 pukul 06.00 WIB di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai implementasi mata kuliah Komunikasi Antar Budaya yang diampu Ayang Fitrianti SS MIKom.

Baca juga: Kemenpar Ajak Mitra Mancanegara Jelajahi Indonesia lewat #GoBeyondOrdinary

Wakil Ketua Komunitas Budaya Renjanaloka, Adelia Rahma mengatakan, kegiatan yang berbentuk kampanye edukatif itu bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar kembali mengenal, mengingat, dan mencintai keberagaman budaya Indonesia yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan budaya populer digital.

''Konsep kegiatan Mozaik Budaya dikemas secara interaktif dan partisipatif,'' katanya.

Dia menambahkan, selama kegiatan, warga diminta mengambil undian yang berisi pertanyaan seputar budaya Indonesia, mulai dari rumah adat, pakaian tradisional, tarian daerah, hingga filosofi budaya lokal.

Setelah menjawab pertanyaan, peserta menuliskan jawabannya pada sticky notes yang telah disediakan, kemudian menempelkannya pada banner besar bertema budaya yang menjadi media partisipasi publik.

''Sebagai bentuk apresiasi, peserta diberikan hadiah berupa stiker budaya bergambar pakaian adat Indonesia, sebagai simbol untuk menumbuhkan kembali rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa,'' ujarnya.

Baca juga: Masyarakat Bukan Tidak Mau Bayar Pajak, Tapi. Mbok Ya Jangan Dipersulit 

Dia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya edukasi, tetapi juga membangun kembali kedekatan emosional masyarakat dengan budaya lokal.

''Kami melihat banyak generasi muda yang mulai kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya sendiri. Melalui Mozaik Budaya, kami menghadirkan pengalaman yang ringan, interaktif, tetapi tetap bermakna agar budaya Indonesia tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirasakan dan diingat kembali,'' ujar Adelia.

Dia mengatakan, pihaknya memiliki lokasi di CFD Simpang Lima Semarang karena lokasinya cukup strategis berkumpulnya anak muda dan keluarga.

''Kami berharap, Mozaik Budaya dapat menjadi ruang kampanye budaya yang kreatif, inklusif, dan partisipatif, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa budaya Indonesia harus terus dijaga dan diwariskan,'' tandasnya. (Aji)