SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana Aula Balai RW VI Wonodri Krajan 2, Semarang, tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat malam 5 Juni 2026. Warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengikuti kegiatan pengenalan minuman tradisional yang dikemas secara santai, edukatif, dan interaktif oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali minuman tradisional kepada masyarakat sekaligus mengedukasi warga mengenai manfaat bahan-bahan alami yang terkandung di dalamnya. Berbagai jenis jamu tradisional disediakan untuk dicicipi secara gratis oleh warga yang hadir, di antaranya kunir asem, beras kencur, temulawak, dan brotowali.
Baca juga: Kolaborasi SDN Petompon 2 Semarang dan Yamaha Musik Sukses Orbitkan Generasi Juara Lewat Alunan Nada
Agar suasana lebih hidup, panitia mengawali acara dengan sesi ice breaking yang melibatkan warga secara langsung. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika berbagai permainan interaktif mulai dilaksanakan, seperti Tebak Jamu dari Aroma, Minum Jamu Tanpa Ekspresi, dan Fakta atau Hoaks seputar jamu dan kesehatan.
Ketua panitia, Selomita Bintang PA, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan masyarakat mengenai manfaat minuman tradisional.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa jamu bukan hanya bagian dari warisan budaya Indonesia, tetapi juga minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kami berharap masyarakat semakin tertarik untuk mengonsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mitha.
Baca juga: Tangkal Predator Anak, Mahasiswa USM Edukasi Siswa SD Kebon Dalem Bahaya Child Grooming
Menurut Puspa Caterina NA, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali jamu kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan.
“Kami ingin masyarakat dapat mengenal jamu secara langsung, mulai dari rasa, bahan yang digunakan, hingga manfaat yang dapat diperoleh. Harapannya, minuman tradisional dapat kembali diminati oleh berbagai kalangan,” ungkap Puspa.
Sepanjang acara berlangsung, warga terlihat aktif mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. Banyak peserta yang mencoba menjawab pertanyaan dalam permainan, mencicipi jamu yang disediakan, serta berdiskusi mengenai manfaat minuman tradisional bagi kesehatan.
Salah satu warga yang hadir mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan mengenai jamu.
“Acaranya seru dan berbeda. Selain bisa mencoba berbagai jenis jamu secara gratis, kami juga mendapatkan informasi mengenai manfaatnya. Jadi lebih tertarik untuk mengonsumsi jamu,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif mengikuti permainan serta sesi foto bersama antara panitia dan warga yang hadir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM berharap minuman tradisional dapat semakin dikenal dan diminati masyarakat sebagai bagian dari budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan. (Aji)
