Helo Indonesia

Wali Kota Semarang Apresiasi Brimob, Drone Thermal Jadi Senjata Baru Basmi Titik Api TPA Jatibarang

1 jam 6 menit lalu
    Bagikan  
Wali Kota Semarang Apresiasi Brimob, Drone Thermal Jadi Senjata Baru Basmi Titik Api TPA Jatibarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat rakor di Lapangan di Ruang Rapat PT Air Semarang Barat

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi bantuan Satuan Brimob dalam penanganan kebakaran TPA Jatibarang dengan teknologi deteksi termal.

Apresiasi itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Lapangan di Ruang Rapat PT Air Semarang Barat, Jalan Untung Suropati, Babankerep, Ngaliyan, Sabtu 3 Oktober 2026.

Agustina mengatakan, kamera termal yang dipasang di drone dan helm petugas Brimob sangat membantu memetakan titik panas di tumpukan sampah.

Baca juga: Geliat Batu Akik Nusantara, Paguyuban Semar Bersatu & Pemkot Semarang Sulap Dargo Jadi Destinasi Baru

Hasil pemindaian udara dari ketinggian 90 meter menunjukkan titik terpanas mencapai 182 derajat Celsius dan 115 derajat Celsius.

"Terima kasih kepada teman-teman dari Brimob atas bantuan teknologinya. Selanjutnya kita akan melakukan pengendalian arus masuk ke TPA Jatibarang," ujar Agustina.

Agar deteksi lebih akurat, operasi drone thermal dijadwalkan malam hari, pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, untuk menghindari bias panas matahari.

"Iya, nanti jam 00.00 malam kita mulai kerja sampai pagi jam 6.00. Karena kalau tanah masih kena panas matahari, deteksinya tidak maksimal," kata AKP Sukrisman dari Satbrimob Simongan.

Baca juga: Tentang Dunia Jurnalistik Saat Ini, Matahari Itu Mulai Tenggelam

Pemkot juga memperketat akses masuk TPA yang dijaga Satpol PP dan akan mendirikan posko informasi publik dengan layar LED di bawah BPBD untuk update data pemadaman secara terbuka.

Untuk mitigasi kesehatan, disiapkan pemeriksaan medis rutin petugas, sosialisasi masker dan APD, serta penyaluran makanan sehat dan vitamin di lima kecamatan terdampak.

Ke depan, Pemkot akan memasang pipa injeksi permanen di tumpukan sampah untuk membuang akumulasi gas metana dan mengalirkan air, guna mencegah kebakaran berulang. (Aji)