Helo Indonesia

Atlet Muda Paramotor itu Telah Dimakamkan, Langit Saksi Abadi Dedikasinya bagi Indonesia

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 5 Oktober 2026 13:09
    Bagikan  
KONI LAMPUNG
HELO LAMPUNG

KONI LAMPUNG - Penampilan Syafiq terakhir memeriahkan HUT ke-81 RI di Tugu Siger, Nol Kilometer Sumatera.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Atlet paramotor Lampung, Syafiq Insani, telah dimakamkan di Kota Metro, Senin (5/10/2026). Namun, jejak dedikasinya abadi. Terakhir, dia terbang mengusung semangat kemerdekaan pada HUT ke-81 RI di Tugu Siger, Kabupaten Lampung Selatan.

Tiga bulan lalu itu, dari langit Bakauheni, ia membawa Bendera Merah Putih, Bendera Kabupaten Lampung Selatan, dan Bendera Spirit of Krakatoa menuju perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

undefined

Syafiq saat berada di langit mengemban tugas mulia membawa Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tugu Siger. 

Ia meninggalkan kisah tentang keberanian, kecintaan kepada olahraga, dan semangat mengibarkan Merah Putih dari ketinggian. Usianya masih muda. Masa depannya masih panjang. Langit cita-citanya masih terbentang luas.

Takdir sudah tertulis di lauhul mahfudz, atlet muda yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Unila Angkatan 2025 harus kembali ke pemilik-Nya.Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya pula kami akan kembali).

Syafiq Insani gugur saat latihan rutin di Pantai Kedu Warna, Kalianda, Minggu (4/10/2026), pukul 15.00 WIB. Setelah berputar spiral di angkasa, parasutnya terlipat atau tall wind jelang pendaratannya (approach final).

undefined

Pemakaman almarhum

Atlet muda tersebut dilarikan ke RS Bob Bazar, Kalianda. Namun, takdir sudah menghendakinya "pulang" pada pukul 18.05 WIB. Ke lokasi latihan, Syafiq Insani berangkat bersama temannya segala atlet Paramotor, Rio, dari Base Camp Paramotor Wayhui.

Langit Provinsi Lampung pernah menjadi ruang pengabdiannya. Kini, langit itu menjadi bagian dari kenangan atas keberanian seorang anak muda yang cerdas. Langit jadi saksi abadi dedikasinya bagi Indonesia. 

Hari ini, paramotornya mungkin tidak lagi mengudara. Bendera yang pernah dibawanya dari langit mungkin telah kembali ke bumi. Tetapi keberanian seorang anak muda yang pernah menerbangkan Merah Putih di langit Lampung akan tetap tinggal sebagai cerita.

undefined

Sebab, ada manusia yang pergi dengan meninggalkan nama.
Ada pula yang pergi dengan meninggalkan jejak. Syafiq Insani memilih meninggalkan jejak—di langit, di hati sahabat-sahabatnya, dan dalam ingatan mereka yang pernah menyaksikan Merah Putih berkibar dari ketinggian.

Selamat jalan, Syafiq.
Terbanglah tenang di langit keabadian. Melalui kakaknya yang juga atlet terjun payung, Dwi Hari Setiawan, menyampaikan terima kasih kepada semua yang turut berbela sungkawa atas berpulangnya almarhum. (HBM)