Helo Indonesia

Pemkot Bandarlampung Apresiasi Peran Kader Yang Merupakan Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

1 jam 11 menit lalu
    Bagikan  
Pemkot Bandarlampung Apresiasi Peran Kader Yang Merupakan Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Kota Bandarlampung

LAMPUNG, HELOUNDONESIA.COM — Pemerintah Kota Bandarlampung kembali menunjukkan apresiasinya terhadap para kader yang selama ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.Apresiasi itu diwujudkan melalui penyaluran insentif bagi ribuan kader yang berlangsung di Gedung Semergou, Rabu (7/10/2026). Penyerahan dilakukan secara bertahap dan telah dimulai sejak Selasa.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, keberadaan kader memiliki arti penting dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat hadir hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, kader tidak hanya menjalankan tugas administratif maupun pelayanan teknis, tetapi juga menjadi sosok yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari.

“Para kader ini merupakan bagian penting dalam membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap insentif yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para kader dalam menjalankan tugasnya,” ujar Eva.

1Insentif diberikan kepada kader Posyandu, Sapa, Bina Keluarga Balita (BKB), Sub PPKBD, Poskekel, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 20 kecamatan se-Kota Bandarlampung.

Besaran insentif disesuaikan dengan tugas dan peran masing-masing. Kader Posyandu dan Poskekel menerima Rp500 ribu, Sub PPKBD dan BKB Rp375 ribu, TPK Rp320 ribu, serta kader Sapa Rp300 ribu.

Eva menuturkan, masing-masing kader memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik. Kader Posyandu, misalnya, berada di garis depan dalam memantau tumbuh kembang balita, kesehatan remaja hingga lansia.

Sementara kader BKB berperan mendampingi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang balita. Sub PPKBD turut menggerakkan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
Adapun Poskekel menjadi salah satu unsur yang membantu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat kelurahan.

TPK mendampingi calon pengantin, ibu hamil, serta kelompok rentan sekaligus berperan dalam upaya pencegahan stunting.Sedangkan kader Sapa memiliki peran dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan dan anak yang menghadapi berbagai bentuk kekerasan.

Insentif Poskekel Naik Dua Kali Lipat

Di tengah penyerahan insentif tersebut, Eva menyampaikan kabar baik bagi para kader Poskekel.Pemerintah Kota Bandarlampung berencana meningkatkan insentif Poskekel dari Rp500 ribu menjadi Rp1 juta mulai tahun depan.

“Insyaallah tahun depan Poskekel yang tadinya Rp500 ribu menjadi Rp1 juta,” kata Eva.

Tak hanya Poskekel, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana peningkatan insentif bagi bidan non-ASN. Kebijakan tersebut, kata Eva, menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap mereka yang selama ini turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Eva berharap peningkatan perhatian tersebut dapat menjadi tambahan motivasi bagi para kader untuk terus hadir dan bekerja di tengah masyarakat.

“Semoga seluruh kader tetap semangat menjalankan tugas dan terus bersama-sama memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Bandarlampung,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan publik tidak semata-mata berlangsung di balik meja kantor pemerintahan. Justru, kehadiran para kader yang berinteraksi langsung dengan warga menjadi salah satu mata rantai penting agar program pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat.

Kader Menjadi Mata dan Telinga Pemerintah di Lapangan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi A. Temenggung mengatakan, pemberian insentif merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi para kader yang selama ini secara sukarela membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Insentif kader ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para kader yang sudah secara sukarela terus ikut serta dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Muhtadi.

Menurutnya, para kader tersebar di 20 kecamatan dan 126 kelurahan. Mereka tidak hanya berasal dari sektor kesehatan dan Posyandu, tetapi juga berada di bawah sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas PPPA, Dinas PPKB, dan Dinas Kesehatan.

Khusus di bawah Dinas Kesehatan, terdapat 706 Posyandu yang masing-masing diperkuat lima kader. Di setiap kelurahan juga terdapat koordinator kader.

Muhtadi menjelaskan, peran kader Posyandu tidak berhenti pada pelaksanaan pelayanan di meja satu hingga meja lima. Mereka juga menjadi bagian penting dalam membantu petugas kesehatan membaca kondisi masyarakat secara lebih dekat.

Ketika menemukan warga yang membutuhkan penanganan tenaga medis, kader dapat mengidentifikasi kondisi tersebut dan meneruskannya kepada petugas kesehatan agar mendapatkan tindak lanjut.

Peran serupa juga terlihat dalam edukasi kesehatan. Para kader turut menyampaikan informasi mengenai pencegahan berbagai penyakit, mulai dari tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), hingga pencegahan stunting.

“Para kader ini sangat membantu kami dari Dinas Kesehatan, karena mereka berada langsung di tengah masyarakat dan dapat melihat kondisi masyarakat di lapangan,” kata Muhtadi.

"Dengan posisi tersebut, para kader bukan hanya menjadi penerima insentif, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pelayanan pemerintah. Mereka hadir di tengah warga, mengenali persoalan dari dekat, sekaligus menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan layanan pemerintah," tutup Kadiskes Kota Bandarlampung Muhtadi.( Hajim).