Helo Indonesia

Koperasi Betik Gawi Oleng, Para Guru Keluar dari Keanggotaan

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 24 Juli 2023 19:34
    Bagikan  
Joko Purwanto Ketua Koperasi Betik Gawi

Joko Purwanto Ketua Koperasi Betik Gawi -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Para guru SDN se-Kota Bandarlampung memutuskan berhenti menjadi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Betik Gawi. Mereka kecewa dengan pengelolaan keuangan yang tidak transpan.

Alasan para anggota koperasi, manajemen karut marut tapi masih terus dipotong gaji setiap bulan lewat Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung.

"Kami ini mau berhenti karena pengelolanya (manajemen) koperasi yang bermasalah kemudian kami masih dipotong dari gaji kami untuk bayar iuran ke koperasi itu,"kata seorang guru mewakili kawan-kawannya.

"Saya sudah minta berhenti jadi anggota koperasi tapi oleh pengurus ditolak," ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung, Senin (24/7/2023).Setiap bulan, gaji dipotong sebesar Rp175 ribu, katanya.

Baca juga: Setelah Melewati Ujian Tertulis, Tiga Calon Peserta Resmi Maju Dalam PAW Tiyuh Panaragan

Pantauan Helo Indonesia Lampung, Kantor KPRI Betik Gawi sepi dan hanya ada dua pegawai yang mengaku hanya penjaga di kantornya Jalan WR Monginsidi. Para pengurus koperasi sudah pulang sekitar pukul 13.29 WIB.

"Sudah pulang semua pengurusnya saya penjaga kantor ini," kata seorang wanita berhijab.

Ketua Koperasi Betik Gawi Joko Purwanto minta para anggota koperasi sabar. Alasannya, koperasi sedang membenahan tata kelola administrasi dan keuangan.

"Koperasi ini kan milik bersama, jadi mari kita benahi pengelola administrasi Betik Gawi ini," ujar Ketua Koperasi yang juga Kepala Sekolah SDN 2 Rawalaut

Dia berupaya menyelamatkan aset-aset koperasi, seperti tanah dan piutang. Setelah aset diselamatkan, pengurus koperasi akan melaporkannya ke semua anggota Koperasi Betik Gawi.

Diakuinya juga, koperasi memiliki Rp3 miliar sedang dalam proses mengangsurnya. "Prioritas utama untuk menyelesaikan piutang dan menyelematkan aset koperasi," katanya.

Dia minta bantuan Polda Lampung, jika ada oknum koperasi yang ketahuan bermasalah. "Silahkan diproses," tandasnya. (Hajim)