KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pembangunan Pasar Weleri yang telah dinanti-nanti para pedagang dan masyarakat di Kabupaten Kendal, Jateng, sudah mulai dikerjakan. Dimulainya pembangunan Pasar Weleri tahap I ditandai dengan Groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Rabu 26 Juli 2023.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, pembangunan Pasar Weleri I ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2023. Namun dirinya menegaskan bahwa target selesai bukan hanya dari pembangunanya saja tetapi juga sudah dapat ditempati pedagang.
"Cuma yang sedang kita pikirkan, bagaimana nantinya bisa pararel dengan selesainya pembangunan ini pedagang juga bisa masuk dan menempati di akhir tahun. Sambil berjalannya waktu kita akan bangun komunikasi. Intinya target dari Pemda akhir tahun bukan hanya selesai pembangunan tapi pedagang bisa masuk," tegas Dico.
Baca juga: Nilai Transaksi Pekan Raya Kendal 2023 Ditarget Naik Dua Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu
Dico berharap, dengan dibangunnya Pasar Weleri tahap I nantinya dapat menampung seluruh pedagang Pasar Weleri yang menjadi korban kebakaran pada November 2020 silam.
"Tahap pertama ini akan menampung sekitar 1.000 pedagang. Tapi dari total di Pasar Weleri dulunya itu memang totalnya tidak lebih dari 1.000 pedagang. Walaupun ada 2.000 kios dan los. Jadi satu pedagang ada yang punya lebih dari satu. Jadi harapannya dengan dibangun tahap I ini seluruh pedagang yang duluberdagang disini bisa masuk kembali," tandasnya.
Penanggung jawab tehnik PT Chimarder - Bintang Rama KSO, Roni Winarto mengatakan, kontrak kerja pembangunan Pasar Weleri tahap I senilai 50,4 miliar dengan waktu pengerjaan selama 150 hari.
"Pekerjaannya diantaranya terdiri pekerjaan persiapan, struktur, arsitek, mecanical electrical kemudian landscape. Untuk tahap ini ada dua lokasi tapi yang kita akan kerjakan yang sisi barat," terangnya.
Butuh Bambu
Menurutnya, pekerjaan yang sangat kritis terkait pembangunan Pasar Weleri adalah pekerjaan struktur. Dimana nantinya akan memerlukan bambu dengan jumlah sekitar 28 ribu bambu.
"Kemudian yang kedua adalah pekerjaan strukturnya akan kita kerjakan dengan metode zona per-zona. Dan yang ketiga adalah pekerjaan atap. Alhamdulillah kita sudah pesan barang untuk segera dipabrikasi atapnya. Jadi nanti struktur selesai atap langsung kita pasangkan," ungkapnya.
Meski dengan waktu yang menurutnya terbilang singkat, namun pihaknya optimis dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
"Nanti kita akan kebut. Kita akan bagi empat grup dengan waktu 12-13 jam. Insyaallah kita optimis bisa mengerjakannya dengan baik," tegas Roni. (Anik)
