Helo Indonesia

Anak Presiden Sekalipun Harus Dipanggil Jika Terindikasi Korupsi

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 12 September 2023 21:21
    Bagikan  
Anak Presiden Sekalipun Harus Dipanggil Jika Terindikasi Korupsi

M. Adhiya Muzakki

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ketum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten, M. Adhiya Muzakki mendukung upaya KPK memberantas korupsi, siapapun itu.

"Presiden, anak presiden, calon presiden, atau siapapun itu, jika terindikasi melakukan korupsi, harus dipanggil dan dimintai keterangan," ujar Adhiya kepada awak media, pada Selasa (12/9).

Menurutnya, hukum harus ditegakkan seadil mungkin. Sebab di mata hukum, semua orang sama. Jadi, tidak boleh ada tebang pilih di hadapan hukum.

Lebih lanjut, Adhiya menambahkan bahwa masyarakat tak perlu takut dan berpikiran aneh jika tiba-tiba dipanggil KPK sebagai saksi atas korupsi tertentu.

"Jika kita merasa tidak melakukan, untuk apa takut. Toh, hanya dimintai keterangan sebagai saksi," imbuhnya.

Baca juga: Tiga Eks Politikus PSI Resmi Menjadi Kader PAN

Adhiya menambahkan, apa yang dilakukan oleh KPK tentu mengedepankan prosedur dan transparansi. Menurutnya, tidak bisa KPK tiba tiba memanggil seseorang untuk diminta keterangan tanpa ada hubungan dengan kasus yang sedang didalami.

"Tak bisa tiba tiba KPK mengeluarkan surat pemanggilan kepada saksi untuk diminta keterangan. Tentu itu sudah melalui proses panjang," terangnya.

Sebagai warga negara yang baik sekaligus mendukung Pemberantasan Korupsi, Adhiya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi politisasi KPK. Menurutnya, KPK bukan alat politik yang bisa dikendalikan oleh beberapa orang.

Baca juga: TNWK Diduga LSM Korupsi Miliaran Sejak 10 Tahun Lalu

"KPK itu lembaga independen. Tak bisa digerakkan hanya oleh segelintir orang," tegasnya.

Adhiya lantas meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghargai setiap proses hukum yang sedang berjalan. Adhiya juga meminta kepada masyarakat agar tidak mengaitkan KPK dengan politik.

"KPK bukan alat politik. Jadi, tak etis rasanya mengaitkan KPK dengan politik," tandasnya. (Wildan)