Helo Indonesia

Kades se-Indonesia Hadiahi Ganjar Jersey MU Nomor 8, Ini Alasannya

Selasa, 26 September 2023 19:48
    Bagikan  
Kades se-Indonesia Hadiahi Ganjar Jersey MU Nomor 8, Ini Alasannya

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Papdesi, Wargiyati menuerahkan jersey MU no 8 kepada Ganjar pada Rakernas Papdesi 2023

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) menghadiahkan jersey tandang klub Manchester United (MU) warna hijau garis putih kepada calon presiden Ganjar Pranowo.

Jersey diserahkan langsung Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Papdesi, Wargiyati kepada Ganjar pada Rakernas Papdesi 2023 di Smesco Nareswara Ballroom, Jakarta Selatan, Selasa 26 September 2023.

Baca juga: Keluarga Ingin Proses Pengungkapan Kematian Brigpol Setyo Herlambang Dilakukan Transparan

Jersey tandang MU musim 2023/2024 itu diberi nomor punggung delapan dengan nama Ganjar. Wargiyati mengatakan, nomor tersebut merujuk pada Pilpres 2024 yang akan memilih Presiden RI kedelapan.

"Kami berharap Pak Ganjar yang nanti jadi presiden ke delapan Indonesia," katanya.

Bukan tanpa alasan Papdesi mendukung Ganjar Pranowo. Mantan Gubernur Jateng dua periode itu adalah Ketua Dewan Pembina Papdes yang berdiri 2016 lalu. Ia menceritakan, kepala desa maupun perangkat desa sudah memercayakan aspirasi kepada Ganjar sejak pertama menjabat gubernur.

"Beliau saat itu masih menjabat Gubernur Jawa Tengah, kita datangi tiap hari dan beliau tidak bosan," lanjutnya.

Mampu Mengawal

Keputusan itu, ungkap Wargiyati, karena Papdesi yakin suami Siti Atikoh itu mampu mengawal semua perjuangan baik untuk pemerintah desa maupun masyarakat desa pada umumnya.

Baca juga: Mudahkan Layanan Antrean Obat, RSUD dr H Soewondo Luncurkan Shobat Simah dan Siafar Raja

"Sehingga nantinya desa bisa semakin sejahtera, mandiri dan bermartabat. Kita ingin pemerintah segera mengesahkan revisi UU No 6 tahun 2014 tentang desa," imbuhnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa pemerintah harus memberikan kepercayaan penuh kepada kepala desa untuk mengelola desanya. Itu, agar inovasi yang saat ini sudah terjadi bisa terus menggelinding.

"Beri kepala desa kepercayaan. Desa perlu cara, desa bagian dari asimetris pemerintahan. Keaslian desa itu sangat beda-beda," paparnya.

Mantan DPR RI itu juga menambahkan bahwa memang sudah saatnya desa gas pol dalam pembangunan. Sumber daya yang ada, tata kelola, regulasi menjadi modal ke depan.

"Tinggal didorong saja, istilahnya gas pol. Tapi saya titip makmurkan desa dan warganya. Dan, jangan korupsi," tandasnya. (Aji)