KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun memberikan sejumlah catatan dalam kegiatan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2025 yang digelar di Pendapa Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Senin, 25 Maret 2024.
Makmun menyebut, beberapa catatan tersebut diantaranya, terkait data kemiskinan di Kabupaten Kendal tahun 2023 sebesar 9,39 persen. Persentase tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan nasional yang di angka 9,36 persen.
"Ini menjadi perhatian khusus tentunya bagi pemerintah ke depan. Kemudian tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal itu mencapai angka 5,76 persen. Dan ini juga masih lebih tinggi dari angka pengangguran nasional yang yang angkanya adalah 5,32 persen," beber Ketua DPRD Kendal.
Baca juga: Penukaran Uang Baru Lebaran Wilayah Semarang, BI Buka Layanan di Stasiun Tawang dan Poncol
Catatan berikutnya yang disampaiakan Ketua DPRD Kendal adalah terkait pembangunan jalan kabupaten berdasarkan data masih ada jalan kategori rusak berat masih sepanjang 67.531 kilometer, jalan rusak sedang itu di angka 64.644 kilometer, jalan baik sedang 261.606 kilometer, jalan baik 388.297 kilometer.
"Ini menjadi prioritas agar di pemerintahan kedepan terutama jalur rusak berat dengan kepadatan tinggi lalu lintasnya menjadi bagian yang harus diprioritaskan perbaikannya. Pemerintah daerah juga harus memperhatikan jalan desa " ungkapnya.
Perhatikan UMKM
Ditambahkan dia, catatan lainnya adalah pemerintah daerah diminta memperhatikan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan memperkuat UMKM, dan ekonomi kecil lainnya. Terutama menyelesaikan pembangunan Pasar Weleri yang saat ini masih sebagian.
"Pembangunan Pasar Weleri full menggunakan APBD sebanyak Rp 55 miliar. Ini betul-betul menggeser kebutuhan yang lain. Jadi nanti kita bersama-sama bagaimana mengusulkan anggaran baik itu dari Kementerian Perdagangan atau Kementerian PUPR yang bisa meng-cover kegiatan menyelesaikan pembangunan Pasar Weleri," imbuh Makmun.
Baca juga: Mbak Ita Harap Pembayaran THR ASN Mampu Tingkatkan Ekonomi Kota Semarang
Makmun juga meminta pada tahun 2025, pemerintah daerah harus lebih serius menciptakan lingkungan yang sehat dengan membangun pengelolaan sampah yang lebih produktif dan modern. Kemudian peningkatan bidang pendidikan baik formal maupun non formal di Kabupaten Kendal.
"Baik dari sarana prasarana pendidikan kualitas guru pengajar dari SD sampai SMP, agar mampu berdaya saing dan berkarakter. Selanjutnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kendal yang harus sejalan dengan naiknya biaya pengobatan di RSUD Soewondo dan Puskesmas sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan," tandasnya.
Baca juga: Resep Masak Pare, Cara Masak Pare Agar Tidak Pahit
Makmun menegaskan, pokok-pokok pikiran tersebut merupakan serapan aspirasi dari 45 anggota DPRD Kabupaten Kendal. yang berawal dari masukan, saran dan harapan dari masyarakat Kabupaten Kendal. Serta hasil dari studi banding. (Anik)