HELOINDONESIA.COM - Tugas keluarga dan masyarakat adalah mengingatkan kepada para remaja yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) mengendarai sepeda motor.
Sudah berapa banyak anak-anak remaja usia belasan tahun baik saat hendak bersekolah maupun bepergian tewas mengendarai.
Polisi dipastikan sudah tidak mampu lagi untuk mengingatkan, menindak meskipun sudah berulang-ulang kali di beri pengertian.
Satunya yang paling efektif untuk mengingatkan kepada mereka adalah orang-orang terdekat, orang tua kerabat maupu tetangga dekat.
Jangan diizinkan mereka mengendarai sepeda motor di jalanan jika tidak belum memiliki SIM, karena ini sangat berbahaya.
Contohnya kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Desa Gendingan Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini melibatkan anak-anak remaja.
Anak-anak yang masih memiliki masa depan panjang ini harus meninggal dengan cara mengenaskan di jalan raya, Selasa (18/6/2024) malam pukul 21:30 WIB.
Dua pengendara tewas dalam kecelakaan adau banteng atara sepeda motor dengan sepeda motor sesama Hoda Beat AE 5087 JAM dan AE 5797 LB.
Sementara dua remaja yang tewas diketahui bernama Destino Alhan Fazhely (16), pelajar asal Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi, dan Gunawan Fariz (25), warga Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, keduanya meninggal di lokasi kejadian.
Sementara satu orang lagi mengalami luka-luka berat hingga kritis atas nama Fahrul Rifa Afri Aldi (16) dilarikan ke Puskesmas Kauman, Ngawi.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan persistiwa ini terjadi kertika dalam perjalanan malam kedua korban melaju di jalan raya Gendingan Ngawi.
Sepeda motor yang dikendarai Destino yang membonceng rekannya Fahrul sama-sama berusia muda 16 tahun mencoba mendahului sebuah mobil saat melaku di jalan raya.
Remaca yang berboncengan itu dengan cepat meluncur mendahulio kendaraan yang ada di depannya tanpa berfikir panjang, pada hal dari depan juga muncul kendaraan yang sama.
Gunawan warga Gelinting, Sumenep Madura yang mengendarai sepeda motor Beat datang dari arah berlawanan, namun karena cepatnya kendaraan itu melaju akhirnya saling bertabrakan.
Kerasnya benturan dan cepatnya insiden hingga mereka tak sempat menghindar dan saling hinhdari sehingga keduanya bertabrakan adu banteng.
Baca juga: Petani di Ngawi Pasang Jebakan Tikus Beraliran Listrik, Temannya yang Menjadi Korban Hingga Tewas
Akibat tabrakan itu kondisi kendaraan rusak parah, parahnya kerusakan menandakan kerasnya benturan karena laju motor yang tinggi.
Pengendara yang berboncengan Destino dan Fahrul sampai terpental akibat kerasnya benturan, keduanya terlepas dari kendaraan yang dia kendarai.
Akibat kecelakaan itu, kedua pengemudi kendaraan tewas, sementara kendaraan mengalami rusak parah dan kini semuanya sudah diamankan petugas kepolisian.
“Keduanya meninggal di lokasi. Satu kritis yang dibonceng. Sama-sama naik motor matic, terus tabrakan. Depan tabrak depan gitu,” kata Hasanudin, warga setempat kepada wartawan di Ngawi.
Baca juga: Sabtu Kelabu, Di Ngawi Pacar Polisi Tewas Kecelakaan, di Ponorogo Wakil Rektor Tewas Ditabrak Mobil
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua motor yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti.
Kasus ini kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, seluruh korban sudah dievakuasi ke rumah sakit, berikut kendaraan juga sudah diamankan petugas polisi.
Tentu saja peristiwa ini menjadi pengingat bagi para remaja yang belum cukup usia mengendaraan kendaraan untuk tidak mengendarai kendaraan di jalan raya.
Baca juga: Sopir Mengantuk Digantikan Kenek Ternyata Sama Saja Hingga Truk Terguling dan Tabrak ATM di Ngawi
Sementara para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas, hal ini penting agar pengendara aman dan selama di jalan.
Bahkan pengendara juga harus meatuhi batas kecepatan, gunakan helm dan kelengkapan berkendara lainnya, serta hindari perilaku mengemudi yang ugal-ugalan. **