Banjarbaru dalam Status Siaga Bencana Waspada Setiap Saat

Jumat, 28 Juni 2024 15:01
petugas pemadam kebakaran Banjarbaru ketika memadamkan api tahun 2023. (Ist/helokalsel) Karhutla

BANJARBARU – HELOINDONESIA.COM - Banjarbaru kini resmi berada dalam status Siaga Bencana. Keputusan ini tidak diambil dengan sembarangan; data dari BMKG menunjukkan cuaca di ibu kota Kalimantan Selatan ini semakin sulit diprediksi.

Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah, menyampaikan bahwa penetapan ini sudah melalui pertimbangan matang. “Cuaca di Banjarbaru berubah-ubah setiap hari. Bencana tidak mengenal musim lagi. Kita harus selalu siap,” ungkapnya, Jumat (28/6/2024).

Kata Said, kesiapsiagaan bencana harus kita tingkatkan. Oleh karena itu, mulai Rabu kemarin, BPBD menetapkan status siaga bencana untuk musim hujan dan panas. Untuk itu masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) selama musim kemarau. BMKG memprediksi perubahan cuaca yang cepat dari panas ke hujan bisa meningkatkan risiko bencana.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Kecamatan Liang Anggang, yang memiliki potensi karhutla tinggi karena banyak lahan belum digarap. Jika terjadi karhutla di Liang Anggang, dampaknya akan terasa hingga ke seluruh Banjarbaru, termasuk Bandara Syamsudin Noor.

“Imbasnya bahkan bisa sampai ke kabupaten tetangga. Oleh karena itu, ia mengingatkan para relawan untuk selalu siaga," ujarnya.

Untuk mengantisipasi, Pemko Banjarbaru telah mengumpulkan kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta di sekitar Liang Anggang. Mereka diminta siap menghadapi karhutla. Camat Liang Anggang, Taufik Purwanto, menyebut ada 15 kelompok BPK dan Rescue yang hadir dari wilayahnya. Mereka diharapkan bisa saling berkoordinasi dan meningkatkan komunikasi dalam penanganan bencana.

“Alhamdulillah, sampai Juni ini, tidak ada karhutla. Mudah-mudahan sampai Desember juga tidak ada. Jika ada karhutla, kita harap bisa menanganinya bersama,” tambahnya.

Pihak kecamatan kini fokus mengantisipasi titik-titik rawan karhutla di wilayah perbatasan. “Kami mengantisipasi munculnya titik api yang bukan berasal dari Liang Anggang, seperti di perbatasan dengan Tanah Laut dan Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Potensi titik api termasuk kawasan Pangayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, dan kawasan Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut.

Mari kita semua tingkatkan kewaspadaan dan kerjasama untuk menjaga Banjarbaru tetap aman dari bencana!

Berita Terkini