Wanita Penambang Tradisional Tewas Tertimpa Batu Gunung di Hulu Sungai Selatan

Senin, 16 September 2024 21:42
Wanita Penambang Tradisional Tewas Tertimpa Batu Gunung di Hulu Sungai Selatan. (ist/helokasel) Hulu Sungai Selatan

KANDANGAN, HELOINDONESIA.COM - Seorang wanita berinisial S (30) meninggal dunia setelah tertimpa batu gunung saat melakukan penambangan tradisional di Dusun Tayub RT 4 RW 2, Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS), pada Senin (16/9).

Menurut informasi yang diterima, kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00 WITA dan pertama kali diketahui melalui grup relawan serta tim emergensi gabungan di HSS.

Korban, yang merupakan warga Desa Lungau, Kecamatan Kandangan, HSS, tertimpa batu putih akibat terjadinya longsor mendadak di lokasi kerjanya.

Seorang relawan yang dihubungi oleh Bakabar.com mengatakan bahwa korban masih berada di bawah batu putih saat tim relawan bersama TNI, Polri, dan BPBD tiba di lokasi.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat mengenai kejadian ini, dan segera menyebarkannya kepada rekan-rekan relawan serta pihak kepolisian,” ujar Jayeng Supiyanto, Ketua PMK Pangdam.

Bayu dari Amandit Rescue menjelaskan bahwa proses evakuasi sangat sulit karena akses menuju lokasi yang menanjak dan berbatu.

“Jarak dari jalan aspal desa sekitar 3 kilometer, dengan medan curam menanjak sekitar 100 meter di atas gunung,” kata Bayu.

Korban yang telah meninggal dunia dan terjepit separuh tubuh akhirnya berhasil dievakuasi setelah tim gabungan berhasil mengangkat batu putih seukuran mobil hatchback yang menimpa korban.

“Syukurlah, evakuasi berjalan lancar meskipun kami sempat khawatir batu yang kami angkat bisa jatuh dan mengenai relawan,” tambah Bayu.

Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 19.00 WITA, dan jenazahnya dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi, melalui Kasi Humas Iptu Purwadi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.00 WITA. Namun, hingga saat ini, kami belum mendapatkan data rinci mengenai kronologi kejadian,” ujar Iptu Purwadi.

Berita Terkini