SMAN I Terusan Nyunyai Lamteng Jadi Duta Budaya ke Korsel

Senin, 30 September 2024 20:54
SMAN 1 Terusan Nyunyai Goes to Korsel (Foto Ist/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - -- SMA Negeri 1 Terusan Nyunyai, Kabupaten Lampung Tengah siap tampil dalam event Andong International Mask Dance Festival 2024 Korea Selatan.

Duta seni ini bakal tampil dalam even internasional bergengsi di Desa Andong Hahoe, Andong, Korea Selatan, rumah dari warisan dunia UNESCO, di Korea Selatan pada 28 September -06 Oktober 2024.

Kepala Sekolah SMAN 1 Terusan Nyunyai Dra Ratnawati, M.Pd didampingi Pimpinan Artistik Erna Budiwati mengatakan diplomasi budaya ini untuk mengenalkan budaya sekaligus pariwisata Indonesia.

Melalui kegiatan diplomasi budaya ini, kita mengharapkan para seniman bisa belajar dan berkontribusi aktif untuk kepentingan bangsanya, ,ujar Ratnawati yang juga bertindak sebagai manajer Tim Kesenian, Sabtu (28/09/2024).

Disamping itu juga untuk mempererat jalinan hubungan multilateral dengan negara-negara lain dan menarik masyarakat Internasional terhadap budaya Indonesia.

Sedangkan tujuan lainnya, lanjut Ratnawati, pementasan dalam even kompetisi ini sebagai bentuk untuk mengasah kreativitas sekaligus menjajal kemampuan sebagai barometer keberhasilan.

“Apakah Sanggar Seni SMAN 1 Terusan Nyunyai mampu bersaing dengan pengiat seni dari berbagai penjuru dunia dalam even bergengsi ini.

"Tim kesenian kami dengan semangat untuk menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam karya tari dalam festival ini, ” imbuh Ratnawati yang juga selaku pimpinan produksi.

Dalam Andong International Mask Dance Festival 2024, beber Ratnawati, Tim Kesenian Sanggar Seni SMAN 1 Terusan Nyunyai akan tampil berlaga dalam kompetisi kategori solo dan kategori group.

Tim Produksi terdiri dari Dra.Ratnawati, M.Pd (Pimpinan Produksi), Erna Budiwati, S,Pd (Pimpinan Artistik), Linda Widyawati, S.Pd (Rias dan Busana), Luthfi Guntur Eka Putra, M.Sn (Koreografer), Bulan Riestama, M.Sn(Koreogerafer), I Wayan Putra Sulaksana (Kerumahtanggaan), Jafi Arsolo (Dokumentasi), Angellica Ratu F (Koordinator Latihan),Ulfa Fitria Zahra (Humas), Agus Alfiansyah (Sekretaris), Agil Intan Nuraini (Bendahara), Sapta Ria Ramadhani (Sponsorship).

Dalam kompetisi ini, Sanggar Seni SMAN 1 Terusan akan menampilkan karya tari bertajuk “Topeng Arya Wijaya”. Karya tari yang berdurasi 4 menit ini merupakan penggambaran dari salah satu karakter topeng Bali, yaitu Arya Wijaya.

Topeng Arya Wijaya merupakan simbol kepemimpinan dan harapan bagi seluruh manusia yang memiliki kebebasan dalam berperilaku karena setiap manusia setara dan memiliki mimpi dan kebebasan dalam hal apapun sebagai bentuk persatuan seperti yang digambarkan dalam sosok topeng Arya Wijaya, melambangkan pemimpin yang membawa harapan (arsa) dan kemenangan (wijaya) bagi umat untuk perdamaian dunia.

Kemudian kelompok TERUNA Idonesia menghadirkan tari berdurasi 5 menit bertajuk : “Sang Bumi Ruwai Jurai”. Pertunjukan tari ini menggambarkan Sang Bumi Ruwa Jurai berarti satu bumi dengan banyak budaya yang beragam. Tarian ini menggambarkan keragaman masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai budaya, suku, dan adat istiadat.

Keberagamannya berarti bangsa Indonesia terus menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda namun tetap satu.

Perbedaannya menjadi unik dan merupakan bentuk toleransi antara manusia dan bentuk pemersatu bangsa, satu topeng, satu Indonesia dan satu dunia.

Kelompok tari ini TERUNA Indonesia ini yang mengusung tari Sang Bumi Ruwai Jura dengan Pimpro Ratnawati, Pimpinan Artistik Erna Budiwati, Rias dan Busana Linda Wuityawati, koreografer Bulan Riestamara Putri dan Luthfi Guntur Eka Putra didukung para penari Agil Intan Nuraini, Agus Alfiansyah, Septa Nia Ramadhani , Angellica Ratu Felishea, Adel Saputra, Ufia Fitri Zahira, dan I Wayan Putra Sulaksana.

Sedangkan Kelompok Muli Sikop dalam ajang ini menghadirkan tarian berdurasi 4 mengusung tajuk : “Muli Sikop” dengan penari Angellica Ratu Felishea, Septa Nia Ramadhani dan Agil Intan Nuraini.

Tari ini menggambarkan salah satu legenda Indonesia yang menceritakan kisah tiga bersaudara yang menjadi abu upik. Mereka memiliki harapan dan impian besar untuk bertahan hidup yang lebih baik di masa depan. Usaha dan kerja keras yang mereka lakukan, yaitu selalu berbuat baik dan saling membantu, mengubah hidup mereka menjadi orang kaya.

Festival ini mencakup berbagai pertunjukan budaya termasuk drama tari topeng Korea, warisan budaya tak benda, dan pertunjukan tari topeng dari seluruh dunia.

Selain menonton pertunjukan, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program pengalaman langsung untuk mempelajari lebih jauh tentang tarian, topeng, dan budaya terkait. (Christian Saputro)

Berita Terkini