Banyak Aduan Masyarakat, Mbak Sisca Tindaklanjuti dengan Sidak Galian C Desa Winong Kendal

Jumat, 27 Desember 2024 14:46
Ketua Komisi C DPRD Kendal Sisca Meritania saat memimpin rombongan melakukan sidak galian C di Desa Winong. Foto: Anik

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mendapati banyak aduan dari masyarakat sekitar terkait penambangan yang galian C di Desa Winong, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal yang tidak sesuai standardisasi bahkan hingga mengakibatkan dampak negatif bagi warga sekitar, Ketua dan jajaran Komisi C DPRD Kabupaten Kendal laksanakan inpeksi mendadak (sidak), Jumat 27 Desember 2024.

Rombongan yang terdiri atas Ketua Komisi C, Sisca Meritania, Wakil Ketua M Nurul Mujib, serta jajaran Anggota, Sujarno, Titik Wahyuningsih, Qomaruddin Abbas, Dwi Margo Utomo dan Roni Sulistiyanto.

Hadir dalam sidak tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Aris Irwanto, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal.

Baca juga: Ini Tujuh Pernyataan Sikap PWI Jateng di Akhir 2024, Salah Satunya Minta Dewan Pers Rilis Pedoman Penggunaan AI

Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania yang akrab disapa Mbak Sisca mengatakan, sidak dilaksanakan karena banyaknya aduan masyarakat yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Dimana dalam aduan tersebut warga mengeluhkan kondisi jalan yang licin akibat adanya tumpahan muatan galian C hingga menyebabkan kecelakaan.

"Kita ke sini karena ada aduan dari masyarakat. Kita bukan karena ingin mencari-cari. Sebagai anggota dewan dari kader Partai Gerindra saya juga sudah minta ijin dari ketua DPC Partai Gerindra Bapak Mifta Reza, dan beliau mensupport. Karena ini suara masyarakat, yang kita wajibnya jangan tutup mata dan jangan tutup telinga," ujar Mbak Sisca.

Tak Standar

Sisca mengungkaokan dari hasil sidak tersebut, pihaknya banyak menemukan aktivitas galian C yang tidak sesuai standardisasi. Diantaranya muatan yang melebihi batas tonae, muatan tidak ditutup terpal, hingga truk yang tidak ada plat nomornya.

"Banyak sekali yang kita temukan, seperti muatannya yang melebihi tonase, dan itu platnya tidak ada, terus tidak ditutup terpal jadinya kan tumpah-tumpah di jalan dan bisa membuat jalan jadi licin, terus akhirnya terjadi kecelakaan," ungkap Sisca.

Baca juga: Setelah Ditetapkan Tersangka KPK, Hasto PDIP Justru Berencana Giatkan Berantas Korupsi

Ia menyatakan, setelah sidak lokasi tambang pihaknya akan segera mengumpulkan pihak-pihak terkait, baik dinas maupun penambang dan juga pihak desa untuk mendapatkan solusi terbaik yang berpihak kepada masyarakat.

"Setelah kita rapat pertemuan dan ada kesepakatan disitu. Dan kalau masih ada penemuan dan suara-suara aduan dari masyarakat nanti akan ada penekanan yang lebih lagi," tegas Ketua Komisi C

Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto mengatakan, usai sidak tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan selanjutnya yang akan dihadiri oleh seluruh pihak terkait baik DPRD, dinas terkait, pemerintah desa, penambang maupun masyarakat sekitar.

"Sidak ini cukup hebat. Alam ini milik kita bersama, oleh karena itu ketika ada kondisi seperti ini ya mari kita tanggulangi bersama. Tadi disampaikan Bu Ketua Komisi C ini akan kita tindaklanjuti dengan pertemuan dalam rangka membangun komitmen bersama baik dari DPRD, pemerintah daerah, desa, penambang dan masyarakat," ungkapnya.

Jika nantinya, lanjut Aris ada komitmen yang masih dilanggar maka pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk memberikan sanksi termasuk mencabut ijin usaha penambangannya.(Anik)

Berita Terkini