Terbukti, CV RG Kerjakan Embung Kemiling Tak Becus, Rugikan Rp383.441.627, 63

Sabtu, 15 Agustus 2026 20:35
Embung Kemiling HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setelah "gaduh" di media, terbukti, CV RG membangun embung Kemiling Kelurahan Beringin Raya, Kota Bandarlampung melakukan pengurangan volume dan dikerjakan tak sesuai spesifikasi sehingga negara dirugikan Rp383.441.627,63

Dinas PSDA Provinsi Lampung telah menyatakan lewat media bahwa proyek telah melalui tender resmi dan pengawasan teknis. Beberapa kondisi tanaman atau area di luar Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak bisa serta-merta dijadikan indikator kegagalan proyek utama.

Namun, faktanya, hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Lampung, 26 Mei 2026, lewat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) No. 43B/T/LHP/DJPKN-V.BLP/PPD.01/06/2026, proyek tersebut kekurangan volume senilai Rp263.595.470,49 dan tak sesuai spesifikasi Rp119. 846.137,14.

Rinciannya, kekurangan volume pada pemasangan baru, beton fc' 20 MPa, tiang pancang cerucuk, dan pembesian. Sedangkan yang tak sesuai spesifikasi pada pemasangan U-Ditch dan pemasangan paving block. Lewat Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, kerugian telah dikembalikan ke negara lewat RKUD Provinsi Lampung.

BPK Wilayah Lampung melihat munculnya permasalahan akibat (1) Kadis PSDA tak melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan, (2) PPK dan Tim Teknis tidak mengendalikan kontrak dan tidak menguji perhitungan volume dan spesifikasi.

CV RG melaksanakan proyek senilai Rp6.980.867.931,65 lewat kontrak dengan Dinas PSDA No.600.1.4.3/002/1.03.02.1.01.0120/KTR/PK/APBD/V.04/IX/2025 tertanggal 2 September 2025 dengan jangka waktu pelaksanaannya 120 hari atau hingga 30 Desember 2025.

Beberapa bulan setelah diresmikan akhir tahun lalu oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Embung Kemiling telah mengalami kerusakan fisik, erosi, dan belum berfungsi optimal.

Hasil investigasi Heloindonesia.com dan Inilampung.com, Sabtu (15/8/2026), sebagian area embung kering dan ditumbuhi rumput liar. Dinding embung dan fasilitas olahraga mengalami ambruk atau retak akibat erosi air hujan. (HBM)

Berita Terkini