SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Nada-nada kenangan dan simfoni pelepasan penat siap mengangkasa di langit Kota Semarang. Grup band legendaris Tanah Air, Sheila On 7, resmi didapuk sebagai penutup melodi (line-up pamungkas) dalam gelaran panggung spektakuler Live Project 2026.
Festival musik edisi kelayakan ke-4 yang diusung oleh MHT Live ini siap menghentak kawasan Lanud Ahmad Yani Semarang pada 31 Oktober 2026. Tak sekadar pamer harmonisasi nada dari musisi papan atas, festival ini hadir membawa aransemen tak biasa: merayakan keluh kesah (Bahasa Jawa: Sambat) penonton lewat konsep unik bertajuk “Mens Sambat in Corpore Sano”.
"Kami mendengarkan masukan dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini kami tidak hanya membenahkan operasional, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru melalui 'Mens Sambat in Corpore Sano' agar pengalaman penonton terasa lebih relevan dan menyenangkan," jelas Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, dalam keterangannya di Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca juga: Sapa 1.488 Pramuka Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pulang Harus Jadi Pemimpin!
Kehadiran Duta, Eross, dan Adam menjadi gong penutup yang mengunci deretan performer jempolan. Panggung Live Project 2026 dipastikan bakal bertabur bintang lintas genre dan generasi, mulai dari Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, hingga The Changcuters.
Bagi sang bassis Sheila On 7, Adam Subarkah, Kota Semarang selalu punya ritme tersendiri di hati para personelnya. Kehangatan penonton Semarang bak tangga nada yang selalu menyambut mereka dengan harmoni indah.
"Kami senang sekali bisa kembali konser di Semarang. Setiap tampil di kota ini selalu terasa spesial karena antusiasme penontonnya luar biasa. Semoga nanti di Live Project 2026 kami bisa bertemu lagi dengan teman-teman di Semarang dan membawa malam yang menyenangkan untuk semua," tutur Adam.
Sheila On 7 berjanji akan merawat benih cinta para Sheila Gank Semarang dengan menyuguhkan performa magis khas mereka—melantunkan tematik lagu yang siap mengajak puluhan ribu penonton bernyanyi dalam satu nada.
"Mens Sambat in Corpore Sano"
Jika biasanya festival musik hanya menyuguhkan instrumen di atas panggung, Live Project 2026 menggandeng NKSTHI (Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini) untuk meracik pengalaman baru sejak pengunjung menjejakkan kaki di venue.
Melalui instalasi visual kreatif dan ruang interaktif, penonton diajak "sambat" atau melepaskan kepenatan rutinitas. Keluh kesah tak lagi dipandang sebagai nada sumbang, melainkan bagian dari proses katarsis emosional agar jiwa kembali bugar.
Aik dari NKSTHI menambahkan, kolaborasi ini lahir untuk merayakan liku-liku kehidupan dengan cara yang lebih renyah dan santai. "Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini," ujarnya.
Baca juga: Aksi di Tebing Djaro Pagertoyo, Basarnas Semarang Kibarkan Bendera Raksasa lewat Aksi Rappeling
Demi menyajikan konserto yang tak hanya berkesan tetapi juga nyaman dan aman, pihak penyelenggara memoles berbagai lini operasional, mulai dari crowd management, tata suara kelas wahid, hingga alur penonton yang lebih ramah.
Festival ini ditargetkan bakal menyedot hingga 30.000 pasang mata dan telinga dari berbagai sudut kota. Adam Subarkah pun optimistis bahwa Live Project berpotensi menjadi "ritme tahunan" yang selalu dirindukan masyarakat Jawa Tengah.
Siapkan pita suaramu, rapikan barisan, dan bersiaplah melantunkan simfoni sambat paling merdu bersama Sheila On 7 serta deretan musisi hebat lainnya di Lanud Ahmad Yani Semarang! (Aji)