KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pascabanjir, pemandangan sampah-sampah rumah tangga, perabotan, kasur yang bercampur lumpur masih terlihat di pemukiman warga di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten Kendal dan para relawan juga terlihat setiap hari bekerja bakti membersihkan sampah dan lumpur banjir. Setidaknya empat alat berat dan 15 truk pengangkut sampah juga diterjunkan agar sampah tersebut bisa segera terselesaikan.
Baca juga: Demak Berzikir, Ikhtiar Muslimat NU untuk Demak Toyyibatun Warrobur Gafur
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3 dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Luqni Kaharudin menjelaskan, setidaknya ada sekitar 1.000 ton lebih sampah akibat banjir yang berceceran. Dan baru sekitar 450 ton yang tertangani.
"Sementara yang baru teratasi sekitar 450 ton. Sampah banjir diprediksi sekitar 1.000 ton lebih. Sampahnya macam-macam. Ada sampah rumah tangga, domestik, sampah perabotan, kasur-kasur," ungkap Luqni.
Dia menjelaskan, penanganan sampah banjir di Desa Kebonharjo ini ditargetkan selesai dalam 30 hari pasca kebanjiran.
'Ini diharapkan bisa selesai dalam waktu 30 hari pascabencana," jelasnya.
Kewalahan
Namun, ditengah musibah banjir yang dialami warga di Kecamatan Patebon ini, masih ada persoalan yang membuat petugas kewalahan yakni terkait tempat pembuangan sampah.
Baca juga: Road to HPN 2025 Kalsel, Panpel Gelar Seminar Pinjol di Universitas Sahid Jakarta
Sampah yang semula direncanakan akan dibuang di TPA Jatirejo Ngampel kini dialihkan pembuangannya ke area eks tanah bengkok Kades Kebonharjo Kecamatan Patebon yang berlokasi di jalan Perumahan Permata Kebonharjo.
"Di Jatirejo itu sementara cuma satu hari. Kemudian setelah Pak Bupati, Pak Sekda survei, akhirnya disepakati bersama Pak Kades sampah banjir dibuang di Kebonharjo. Dan ini lokasi terdekat dari pada dibuang di TPA Darupono kejauhan. Sehingga sampah banjir bisa cepat tertangani," tutupnya. (Anik)