SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal berharap instansi pemerintah maupun instansi terkait dapat memfasilitasi kepengurusan surat-surat berharga bagi warganya yang terdampak banjir bandang pada 20 Januari 2025 lalu.
Seperti diketahui, banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Bodri membuat banyak warga kehilangan harta benda termasuk surat-surat berharga seperti KTP, Kartu Keluarga, SIM, STNK, BPKB, sertifikat tanah, ijazah dan lain sebagainya.
Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman berharap, dinas terkait seperti Disdukcapil, Samsat, Polres, ATR-BPN, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan lainnya dapat memfasilitasi dan mempermudah warga terdampak banjir dalam mengurus surat-surat penting tersebut.
"Karena ini musibah dan sebagian besar penduduk tidak bisa menyelamatkan harta benda dan surat-surat, karena fokusnya menyelamatkan diri, jadi harapannya dinas terkait mempermudah dan memfasilitasi korban dengan baik," harapnya, Selasa 11 Februari 2025.
Dikatakan Edi, saat ini Pemdes Kebonharjo sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses pengurusan surat-surat berharga warganya. Selain itu pihaknya juga sudah mengintruksikan para ketua RT untuk mendata warga yang surat-surat berharganya rusak atau hilang karena banjir.
"Saat ini yang sudah follow up dan sudah kami tindaklanjuti adalah dari Disdukcapil dan KUA. Kuta sudah mulai pendataan menginventarisasi yang hilang, katanya nanti akan dicetakkan secara kolektif," kata Edi Lukman.
Baca juga: Buntat Ang Pimpin POBSI Jateng, Siap Perhatikan Peremajaan Pebiliar
Sementara, terkait Samsat, Kantor ATR/BPN, Polres untuk pengurusan surat-surat berharga seperti BPKB, STNK, sertifikat tanah dan lainnya hingga saat ini pihaknya masih menunggu tindaklanjutnya.
"Informasinya nunggu besok ada rapat BPBD dengan pak Sekda katanya akan disampaikan. Tapi secara prinsip pemdes sudah mulai mengintruksikan kepada RT untuk mendata terlebih dahulu. Jadi nanti kalau sudah ada follow up dari dinas terkait kita sudah ada datanya," ungkap Kades Kebonharjo.
Melapor
Kades Kebonharjo mengimbau kepada warga yang kehilangan atau surat-surat berharganya rusak karena banjir bisa segera melapor ke ketua RT masing-masing agar bisa diinventarisasi untuk kemudian dibantu pengurusannya secara kolektif.
Salah seorang warga Desa Kebonharjo yang terdampak banjir, Arif mengaku, saat ini kondisi kondisi masyarakat terdampak banjir sudah mulai normal. Namun permasalahan yang sekarang dihadapi sebagian warga adalah terkait surat-penting penting yang hanyut atau rusak akibat banjir.
"Kami mohon bantuan untuk bisa dipermudah dan tanpa biaya untuk mengurus surat-surat yang rusak baik KTP, KK, akta lahir, surat kematian, sertifikat rumah, STNK, BPKB, surat nikah dan lainnya," harapnya.(Anik)