Terlahir Dari Rahim Hutan Belantara, Kini Jadi Desa Cerdas

Selasa, 29 April 2025 11:00
Heru Setiawan, Kepala Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - PADA 1959 atau enam puluh enam tahun silam, tak satupun yang percaya, jika kawasan hutan belantara yang berada di salah satu sudut Timur Provinsi Lampung, kini telah terbentuk tujuh desa dengan segala aktifitasnya.

Kala itu, kebanyakan orang juga tak pernah menyangka jika hutan belantara yang berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) akan berdiri desa yang kini bersemayam belasan ribu jiwa dengan segala kesibukannya.

Lewat program transmigrasi, pemerintah kala itu mendatangkan peserta transmigran dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogjakarta hingga Sulawesi.

Ketujuh desa yang telah terbentuk dan dengan segala kemajuan pembangunannya adalah Desa Braja Indah, Braja Yakti, Braja Harjisari, Braja Gemilang, Braja Mulya, Braja Kencana dan Desa Braja Luhur.

Sebelumnya, ketujuh desa itu masih bergabung dengan Kecamatan Way Jepara. Tapi, sejak Kabupaten Lampung Timur terbentuk 1999, pemerintah membentuk kecamatan baru yakni Kecamatan Braja Selebah dengan tujuh desa tersebut.

Dari tujuh desa itu, Desa Braja Kencana, kini terus berpacu dengan geliat pembangunan dan dengan segala program pembangunannya. Tujuan akhir adalah kesejahteraan rakyat.

Melalui tangan dingin Heru Setiawan, sang kepala desa, Braja Kencana yang bagian Utara berbatasan dengan TNWK, kini bergerak perlahan tapi pasti. Desa yang telah sembilan kali berganti pemimpin, semula dikenal dengan desa jalan ditempat. Tapi, kini desa dengan segudang potensi itu akan sejajar dengan desa tetangga. Bahkan, desa dengan luas 5,72 kilometer persegi dan jumlah penduduk 2950 jiwa atau 946 KK itu dipastikan akan menjadi desa percontohan desa lainnya.
"Untuk menjadikan desa yang maju dan bermartabat serta desa cerdas, tidak semata bergantung pada anggaran. Tapi, tak kalah penting semangat kebersanaan, gotong royong dan sumber daya manusianya harus cerdas,"ujar Heru Setiawan.

Heru yang pernah menggeluti dunia jurnalistik menuturkan, sejak dirinya dilantik jadi kades dengan latar belakang penduduk serta berbagai suku yang beragam, langsung tancap gas.

Melalui visi pembangunan desa yang berkelanjutan berintegritas dan berintegrasi serta misinya yakni pertama, menjadikan desa yang maju,berakhlaq berdaya dan bermartabat, kedua, mewujudkan desa yang kreatif, inovatif dan produktif serta peningkatan kualitas dan leadership aparatur desa, penyelenggaraan pemerintahan desa yang humanis, adalah landasan awal yang akan mewujudkan menjadi desa cerdas atau smart vilagge.

Dari visi dan misi itu, Heru sang kades merumuskan paling tidak lima program unggulan yakni, desa siaga, desa ketahanan pangan, wisata desa dengan tematik tanggul, desa sadar hukum serta desa tanggap pelayanan.
"Saat ini desa kami telah berdiri sebuah studio yang berfungsi mengakses apa saja yang berksitan dengan pembangunan. Semua warga bebas memanfaatkannya," ujar mantan wartawan Antara itu.

Heru optimis, dengan segudang potensi yang ada, desa yang dipimpinnya akan cepat maju dan mampu sejajar dengan desa lain di Lampung Timur. Dengan segala fasilitas termasuk infrastruktur jalan penghubung yang baik, maka dipastikan taraf hidup warganya akan tercapai dengan baik pula.
"Tidak banyak mimpi yang kami ceritakan. Tapi, akan banyak kenyataan di desa kami yang selalu dimimpikan setiap orang,"pungkas Heru optimis.
(Khairuddin).

Berita Terkini