LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- LSM Pospera Lampung menilai PT. Bora Bora Teknik (BBT) yang membangun Jembatan Way Sabuk tak bertanggung jawab atas dampak pembangunan terhadap masyarakat sekitarnya di Jalinteng Sumatera, Desa Bumi Nabung, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah mewujudkan keinginan masyarakat dan para pengguna jalan atas pembangunan jembatan, tapi kontraktornya pergi begitu saja meninggalkan kekecewaan masyarakat," kata Marsya Jaya, Kamis (1/4/2025).
Ketua LSM Pospera Lampung mengingatkan kontraktor jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak datang menemui masyarakat dan menyelesaikan segala urusannya maka warga Bumi Nabung yang terdampak akan melaporkan ke kepolisian.
Menurut Marsya Jaya, mereka kecewa kontraktor yang bertanggung jawab, pergi begitu saja, meninggalkan:
1. Beberapa titik siring talut tidak diselesaikan.
2. Dinding rumah retak akibat kuatnya getaran alat pemadat.
3. Tugu tapal batas desa rusak namun tak diperbaiki.
4. Pagar yang rusak terkena lintasan jalan dan jembatan sementara pengerjaannya tidak selesai.
5. Tanah yang digunakan untuk lintasan jalan dan jembatan tidak dikembalikan seperti semula dan jika turun hujan tanah longsor dan di perkirakan akan membentuk tebing terjal akibat tergerus air.
6. Bon atau hutang makan karyawan/para pekerja jembatan selama 2 bulan terakhir tidak dibayar.
7. Kontraktor beberapa kali dihubungi tidak merespon dan seakan tidak peduli akan keluhan warga sekitar akibat dampak dari pembangunan jembatan tersebut.
8. Philipus sebagai manager dan pelaksana lapangan menghilang tidak pernah muncul lagi di lapangan dan tidak komunikasi dengan warga setempat.
9. Hendrik sebagai direktur PT. Bora Bora Teknik Indonesia entah berapa puluh kali dihubungi tidak pernah mau angkat teleponnya. (HBM)
-