Rekayasa Tagihan, Pihak Rumah Sakit Permata Hati Way Jepara Rugikan Pasien Jutaan

Sabtu, 10 Mei 2025 16:04
Foto: ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Diduga merekayasa tagihan, pasien Rumah Sakit Permata Hati Kecamatan Way Jepara Lampung Timur nyaris tak mampu membayar biaya perawatan. Pasalnya, tagihan yang terkesan direkayasa itu jumlahnya jutaan.

Fery, warga Desa Labuhanratu Satu Kecamatan Way Jepara menuturkan, Kamis (9/5) sekitar pukul 21.00, Sarah (2) puterinya terjatuh di kamar mandi. Akibatnya, bocah cilik itu mengalami luka robek bawah dagu.

Karena mengeluarkan darah, Fery dan Anggun istrinya panik dan membawa puteri mereka ke puskesmas. Tanpa alasan jelas, pihak puskesmas menyarankan bocah usia dua tahun itu disarankan dibawa ke rumah sakit. Tanpa menunggu lama, pasangan suami istri itu membawa ke RS Permata Hati Way Jepara.

Tiba di rumah sakit, petugas IGD bukannya langsung mengambil tindakan, tapi memanggil orang tua terkait biaya tindakan atau perawatan. Karena menggunakan layanan umum, petugas IGD yang belum mengetahui peristiwa yang dialami pasien mematok biaya.
"Kalau mau kelas satu biayanya Rp10 dan kelas dua biaya Rp7 juta lebih," ujar Fery meniru ucapan petugas IGD.

Karena ingin segera diambil tindakan dan puterinya segera diobati, Fery pun mengambil biaya kelas dua yakni Rp 7 juta lebih. Sang bocahpun diambil tindakan.

Keesokannya Jumat (9/5) sekitar pukul 14.00, Fery akan membawa puterinya pulang. Setelah mendatangi kasir, pria itu terkejut saat membaca rincian tagihan yang tak masuk akal. Di tagihan, tertera paling tidak 63 item yang wajib diselesaikan yakni sebesar Rp 7 juta lebih. Ironisnya, terdapat sejumlah item yang tak dinikmati pasien yang jumlahnya jutaan. Salah satu item tertera pasien hanya menghabiskan dua botol infus tapi tertulis sembilan botol. Begitu pula tindakan operasi direkayasa operasi bedah menengah yang nilainya jutaan.
"Puteri saya cuma sedikit luka robek. Tapi di tagihan seperti orang ditabrak kereta. Ini sudah sangat keterlaluan,"ujar pria itu.

Atas peristiwa yang sarat rekayasa dan kurang manusiawi, orang tua pasien tak bermaksud menuntut ganti rugi. Tapi, minta ke pihak rumah sakit swasta itu tak berlaku semena-mena terhadap pasien.
"Saya nggak bisa bayangkan bagaimana jika hal ini menimpa ratusan pasien layanan umum. Selain dangat dirugikan, pasien sangat teraniaya karena pihak rumah sakit tidak manusiawi,"tegasnya.

Humas RS Permata Hati Way Jepara Rudiyanto menyatakan permohonan maaf jika hal itu benar dan merugikan pasien. Ia pun akan segera melapor ke pimpinan.
"Saya akan sampaikan hal ini ke pimpinan dan kami minta maaf," pungkas pria beranak dua itu.
(Khairuddin)

Berita Terkini