LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pesawaran memiliki tantangan yang berat dalam meningkatkan pelayanan air bersih di kabupaten setempat.
Hal tersebut diungkapkan Direktur PDAM Kabupaten Pesawaran Herry Kurniawansyah di Kantor Perumda Air Minum Pesawaran Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedongtataan, Minggu (8/6/2025).
"Kami terus berusaha melayani pelanggan yang ada, dan hingga saat ini jika ada keluhan dari pelanggan kami langsung turun ke lapangan, foto dan dokumentasi kita ada semua," kata Hery kepada Heloindonesia.
Selain itu Herry menguak fakta mengejutkan, pelanggan PDAM di salah satu kecamatan yaitu Kecamatan Kedondong sampai dipersentase, 65 persen pelanggan yang tidak membayar tagihan berdasarkan data per Mei 2025.
"Contoh di Kecamatan Kedondong, dari 1164 pelanggan yang tercatat hanya sekitar 409 pelanggan yang bayar, ini tentu menjadi masalah baru terkait pelayanan, karena penerimaan tagihan bahkan tidak cukup untuk membiayai tenaga kerja dan untuk operasional tidak mencukupi, tapi kami masih tetap memberikan pelayanan dengan merespon setiap keluhan masyarakat," ujarnya.
Ditambahkan, banyaknya masyarakat yang mengalirkan air secara ilegal atau tidak terdaftar menambah kompleksitas masalah dalam berjalannya pelayanan PDAM.
"Masih didapati adanya masyarakat yang melakukan tapping (mengambil air ilegal) sehingga memengaruhi tekanan air yang masuk ke pelanggan," tambahnya.
"Jadi kalau ada yang bilang air tidak mengalir saya pastikan tidak ada, hanya saja kurang tekanan dan air lemah datangnya," kata dia.
Hery juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga pipa-pipa yang ada dan tidak melakukan taping liar.
"Perumda Air Minum Pesawaran ini milik kita bersama, jadi kami menghimbau untuk semua pihak bersama menjaganya," pungkasnya. (Rama)