Dari Suara Leluluhur, Panglima Elang Berantai Bisikan Pesan Pembangunan Wisata Kalianda

Senin, 27 Oktober 2025 13:42
Foto: Helo

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Panglima Elang Berantai dari Kerajaan Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung, R. Berlian Marga, S.H., menyampaikan “suara leluhur” sebagai pesan untuk para pemangku kebijakan di Kabupaten Lampung Selatan.

Pesan itu berisi ajakan agar pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian adat budaya, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Kalianda.

Menurut Panglima Elang Berantai, Kalianda adalah kota yang masih kuat mempertahankan nilai adat istiadat. Warisan budaya tersebut, katanya, seharusnya menjadi fondasi utama dalam pembangunan pariwisata daerah.

“Kalianda memiliki kekayaan adat dan budaya yang bisa menjadi penopang kuat pengembangan wisata pantai dan air terjun," ujarnya dalam acara di Balai Desa Sukaraja, Rajabasa, Sabtu (25/10/2025).

Dia bergarap Pemkab Lampung Selatan harus cermat membangun kota ini agar tumbuh sebagai kota berbudaya—kota adat bernuansa seni yang berpadu dengan potensi wisata baharinya.

Panglima Elang Berantai mencontohkan Denpasar, Bali, yang mampu dikenal dunia berkat perpaduan kuat antara budaya adat dan wisata alamnya. Hal serupa, menurutnya, dapat diwujudkan di Kalianda jika pemerintah mengemas potensi lokal dengan sentuhan budaya yang kuat.

“Para pemangku daerah harus mampu menyikapi dan mengemas potensi wisata dengan inovasi yang berpadu dengan adat istiadat. Budaya jangan ditinggalkan, justru harus menjadi roh pembangunan,” tegasnya.

PERS

Ia juga mengajak insan pers untuk turut berperan aktif dalam menyebarluaskan nilai-nilai adat dan budaya Lampung Selatan sebagai bagian dari kekuatan pariwisata daerah.

"Saya mohon dukungan insan pers untuk terus menyampaikan bahwa Lampung Selatan tetap memegang teguh moto Sai Bumi Khua Jukhai. Suku Lampung dengan dua jukhainya—Saibatin dan Pepadun—adalah identitas dan kebanggaan kita semua,” ujarnya.

SINERGI ADAT-PEMUDA

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Yayasan Perisai Nusantara Future, Sahbudin Usman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Yayasan Perisai Nusantara Future, lembaga adat, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Kegiatan ini bertujuan menguatkan sinergi antara Kemenpora, Pemkab Lampung Selatan, dan elemen adat. Kami ingin generasi muda memahami tata titi adat istiadat, khususnya adat Saibatin,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam itu diikuti oleh 50 peserta. Mereka mendapat tiga materi utama, yaitu:

1. Pengenalan adat dan budaya Lampung,
2. Kepemudaan dan olahraga, serta
3. Pemuda pelopor dan tindak lanjut program kepemudaan di Lampung Selatan.

Sahbudin menambahkan, kegiatan serupa rencananya akan dilanjutkan pada tahun depan dengan skala yang lebih besar.

“Insya Allah, tahun 2026 kegiatan ini akan kembali dilaksanakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Tanggalnya belum kami pastikan, tetapi semangatnya sudah bulat untuk diteruskan,” pungkasnya.(HBM)

Berita Terkini